periskop.id - Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan mengungkapkan tantangannya dalam mengidentifikasi korban kebakaran Terra Drone, Jakarta Pusat.
Nyoman menyebut, semua jenazah korban mengalami luka bakar sehingga sidik jarinya susah saat melakukan ekspor.
“Jadi, semuanya rata-rata mengalami luka (luka bakar), tetapi derajat dua, jadi melepuh. Kemudian, sidik jarinya agak susah kita ekspor karena beberapa bagian melepuh,” kata Nyoman, dalam konferensi pers, Rabu (10/12).
Nyoman menegaskan, sebanyak 10 korban yang teridentifikasi meninggal dunia karena menghirup karbon monoksida (CO).
“Untuk penyebab kematian berdasarkan pemeriksaan staf dan para personel spesialis forensik kami, itu mengarah kepada terhirupnya asap dan gas CO2, karbon monoksida. Dari hasil pemeriksaan, termasuk pemeriksaan lab sederhana, mengarah ke situ,” tutur dia.
Nyoman mengatakan, karbon monoksida tersebut dipicu dari kebakaran akibat baterai di Terra Drone.
“Gas ini bisa terjadi dari pembakaran dalam berbagai kejadian kebakaran (termasuk baterai),” ujar dia.
Berdasarkan data yang diterima pihak Nyoman, kondisi luka bakar sebagian besar karena karbon monoksida yang terbukti dari lebam dan pemeriksaan darah.
“Itu dibuktikan dari tanda lebam mayat dan pemeriksaan darah yang menunjukkan tingginya karbon monoksida. Gas ini sangat beracun karena berkompetisi dengan oksigen.
Sehingga menyebabkan kematian karena keracunan,” ungkap Nyoman.
Diketahui, polisi mengungkapkan data terbaru korban kebakaran ruko Terra Drone, Jakarta Pusat, yang berhasil mengidentifikasi tujuh korban dari sebelumnya hanya tiga korban.
“Kemarin malam, Selasa (9/12) telah dilaksanakan sidang rekonsiliasi dan dinyatakan teridentifikasi sebanyak tiga orang. Dan pagi ini Rabu (10/12), kembali kita laksanakan rekonsiliasi untuk menentukan identitas korban dan memutuskan tujuh jenazah telah kembali kami identifikasi. Jadi, tadi malam dan hari ini ada 10 jenazah,” kata Kepala RS Polri Brigjen Pol Prima Heru, dalam konferensi pers, Rabu (10/12).
Tinggalkan Komentar
Komentar