periskop.id - Gubernur Jakarta Pramono Anung mengaku daerahnya siap memfasilitasi penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, jika daerah lain tidak sanggup. Kesiapan ini menjadi salah satu langkah untuk menjadikan Jakarta sebagai masuk dalam top 50 untuk 2030.

“Dan untuk itu, saya yakin kerja sama, dukungan dari pemerintah pusat sangat bermanfaat dan membantu. Program-program seperti ini kalau daerah lain tidak sanggup mengadakan, Pak Menteri, Pak Menko, adakan saja di Jakarta. Sekali lagi kalau daerah-daerah lain enggak sanggup, adakan saja di Jakarta,” kata Pramono, di Jakarta Creative Hub, Kamis (18/12).

Menurut Pramono, penyelenggaraan PON 2028 di Jakarta sudah sangat siap karena tidak perlu lagi membangun fasilitas baru.

“Untuk PON tahun 2028 daripada susah-susah bangun fasilitas baru. Saya dulu dengan Pak Menko Perekonomian menyiapkan di Papua, di Aceh, dan Sumatera Utara, sudahlah, PON-nya di Jakarta, namanya mau PON NTT-NTB monggo. Kami fasilitasi untuk itu,“ tegas Pramono.

Pramono menekankan, Jakarta siap untuk menjadi tuan rumah sepenuhnya dalam setiap rangkaian acara, baik PON maupun agenda lainnya.

“Maka untuk itu Pak Menko, kalau kemudian Pak Menko dan Pak Menteri mau mengadakan acara di Jakarta, kami bersedia menjadi tuan rumah sepenuhnya,” ungkap dia. 

Pramono berharap acara seperti Peluncuran Pelatihan Gig Economy bagi Gen Z dan Soft Launching Al Innovation Challenge serta PON dapat meningkatkan ketahanan ekonomi.

“Sehingga dengan demikian sekali lagi terima kasih, mudah-mudahan acara seperti ini akan membuat bangsa kita ketahanan ekonominya menjadi semakin baik dan saya sungguh berterima kasih Pak Menko, Pak Menteri,” ucap Pramono.