Periskop.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo bakal menambah jumlah personel Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Dinas Bina Marga (pasukan kuning) untuk membantu menangani jalan berlubang di ibu kota ini. Jumlah PJLP yang ada saat ini dinilai kurang untuk membenahi banyaknya jalan berlubang pascabanjir di Jakarta. 

“Kami tadi juga memutuskan PJLP di Bina Marga yang berjumlah 1.400 memang dirasakan kurang karena banyak yang pensiun. Saya dan Pak Wagub menyetujui untuk ditambah,” kata Pramono usai rapat terbatas penanganan banjir bersama jajarannya di Balai Kota, Kamis (29/1). 

Terkait jumlah personel PJLP baru yang dibutuhkan, Pramono mengatakan, hal itu sedang dalam tahap perhitungan oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Dinas Bina Marga yang akan menentukan hal tersebut bersama Asisten Pembangunan dan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo mengatakan, personel PJLP baru tersebut akan ditugaskan untuk membantu menangani jalan berlubang di Jakarta. “Jadi kami butuh PJLP saat ini. Kami punya PJLP 1.400-an. Yang menangani lubang itu cuma 755 orang se-Jakarta," serunya. 

Sebelumnya, Dinas Bina Marga DKI Jakarta mencatat, sebanyak 1.383 titik jalan berlubang yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta telah ditangani sejak 11 hingga 21 Januari 2026. Penanganan jalan rusak tersebut dilakukan oleh Satuan Pelaksana Bina Marga mulai di tingkat kecamatan, suku dinas serta dinas.

“Pendataan terhadap jumlah titik kerusakan jalan masih terus dilakukan dan dapat mengalami pembaruan seiring proses verifikasi di lapangan,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta Siti Dinarwenny.

Tambal Sementara
Siti menyebutkan, penanganan yang dilakukan saat ini merupakan langkah sementara dan darurat. Penambalan dilakukan menyesuaikan kondisi cuaca yang belum menentu.

Ia memastikan, Dinas Bina Marga akan melakukan perbaikan permanen menggunakan aspal hotmix, ketika cuaca sudah lebih mendukung agar kualitas jalan lebih baik dan tahan lama. Heru menyebut, hingga kini belum ada jenis aspal yang benar-benar tahan terhadap hujan, genangan dan beban kendaraan di Jakarta.

“Memang untuk aspal, inilah aspal ini kalau terkena air, dia memang melemahkanlah. Ikatannya semakin berkurang," kata Heru.

Sampai saat ini, kata dia, belum ada yang bisa membuat aspal yang tahan terhadap hujan, genangan, kemudian dilintasi kendaraan sehingga terjadi "pumping".

Heru menjelaskan, air hujan dapat melemahkan ikatan aspal sehingga mempercepat kerusakan jalan, terutama saat dilintasi kendaraan berat. Saat ditanya soal jumlah jalan berlubang yang belum ditangani, Heru hanya menegaskan, perbaikan terus berjalan setiap hari. "Kita berjalan terus. Begitu ada lubang, tutup. Ada lubang, tutup," tuturnya.

Heru juga memastikan perbaikan jalan tidak melibatkan pihak ketiga. Seluruh pekerjaan dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Dinas Bina Marga, yakni Pasukan Kuning, dengan material yang telah disiapkan sebelumnya.

“Pengadaan material selalu ada. Kami taruh di gudang. Begitu ada jalan rusak, langsung kami tindak lanjuti. Yang kerja adalah Pasukan Kuning,” ujar Heru.

Meski demikian, Heru mengaku tidak menghafal besaran anggaran khusus perbaikan jalan untuk tahun 2026. Yang pasti, penggunaan material dilakukan secara bertahap sambil berjalan.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebutkan, perbaikan jalan secara permanen akan dilakukan setelah intensitas hujan menurun.

Pramono berjanji tidak akan melakukan perbaikan jalan dengan metode tambal sulam. Pramono memastikan perbaikan akan dilakukan secara permanen menggunakan aspal baru. Ia juga menegaskan, anggaran bukan menjadi kendala bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.