Periskop.id - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyebutkan jalanan rusak menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan lalu lintas. Karena itu, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait, di antaranya Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin memaparkan, empat faktor penyebab kecelakaan lalu lintas, yaitu manusia (human error), kendaraan, jalan dan cuaca.
"Untuk jalan yang rusak dan berpotensi terhadap gangguan, mulai dari perlambatan atau kemacetan hingga kecelakaan, menjadi salah satu kegiatan yang rutin dilakukan, yang hasilnya dikoordinasikan kepada instansi terkait untuk perbaikan," kata Komarudin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Sementara itu, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani dalam keterangannya, Kamis, menyebutkan, total kejadian kecelakaan lalu lintas akibat jalan berlubang pada periode 1-28 Januari 2026 sebanyak 27 kejadian.
"Dengan rincian satu meninggal dunia, delapan luka berat dan 20 luka ringan," ungkap Ojo.
Di sisi lain, dia mengatakan penyelenggara jalan dapat dikenai Pasal 273 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). Beleid ini mengatur sanksi pidana bagi penyelenggara jalan (pemerintah pusat/daerah) yang lalai memperbaiki jalan rusak, maupun yang menyebabkan kecelakaan ringan atau kerusakan kendaraan/barang.
Oleh sebab itu, dia mengimbau kepada para Kepala Satuan (Kasat) Lalu Lintas (Lantas) tiap wilayah, agar mendata titik lokasi jalan mana saja yang harus segera diperbaiki. "Kami mengimbau kepada para Kasat Lantas untuk bersama-sama segera inventarisir pendataan jalan rusak dan segera memperbaikinya," ujar Ojo.
Penambalan Sementara
Merespon masalah ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta kepada Dinas Bina Marga agar jalan-jalan yang berlubang di Jakarta segera diperbaiki untuk jangka pendek, sehingga tidak memakan korban.
“Jadi, kemarin saya sudah langsung memerintahkan kepada Dinas Bina Marga untuk beberapa jalan berlubang ditambal, apa pun itu. Tetapi, memang ini bersifat jangka pendek, sementara,” kata Pramono di Jakarta Timur, Kamis.
Dia menyebutkan, perbaikan jalan berlubang masih belum dapat dilakukan secara permanen, karena Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan Jakarta masih mengalami cuaca ekstrem.
“Kalau mau permanen, ya, harus dilakukan, dikeruk dan sebagainya. Kebetulan, nanti hari ini kita rapat khusus tentang penambalan jalan yang ada di Jakarta. Tetapi, saya memang beberapa hari ini sudah izinkan. Sebab kalau tidak, korbannya akan menjadi lebih banyak, termasuk di beberapa tempat,” ujar Pramono.
Sebelumnya, Dinas Bina Marga DKI Jakarta mencatat sebanyak 1.383 titik jalan berlubang yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta telah ditangani sejak 11 hingga 21 Januari 2026. Penanganan tersebut dilakukan oleh Satuan Pelaksana Bina Marga mulai dari tingkat kecamatan, suku dinas, hingga dinas.
“Pendataan terhadap jumlah titik kerusakan jalan masih terus dilakukan dan dapat mengalami pembaruan seiring proses verifikasi di lapangan,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta Siti Dinarwenny.
Ia mengatakan, Dinas Bina Marga DKI Jakarta telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk meminimalkan risiko bagi pengendara. Dinas Bina Marga DKI, kata dia, memiliki jaringan Satpel Bina Marga di kecamatan, suku dinas, serta satgas pasukan kuning yang bergerak cepat melakukan pemantauan.
Siti mengatakan setiap temuan jalan yang membutuhkan perbaikan, langsung ditangani agar tidak menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Lebih lanjut, dia menyebutkan penanganan yang dilakukan saat ini merupakan langkah sementara dan darurat. Penambalan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi cuaca yang belum menentu.
Meski demikian, dia memastikan selanjutnya, Dinas Bina Marga DKI melakukan perbaikan permanen dengan menggunakan aspal hotmix ketika cuaca sudah lebih mendukung, sehingga kualitas jalan lebih baik dan tahan lama.
“Penggunaan hotmix efektif untuk perawatan jangka panjang dan diharapkan mampu mengurangi potensi kerusakan kembali akibat cuaca ekstrem,” jelasnya.
Ia memastikan, penanganan jalan berlubang pascahujan deras itu dilakukan secara menyeluruh di lima kota administrasi DKI Jakarta, yang mencakup jalan lingkungan, jalan provinsi, serta ruas jalan utama.
Tinggalkan Komentar
Komentar