Periskop.id - Preferensi musik Generasi Z (Gen Z) mencerminkan perpaduan antara genre yang sudah mapan dan gelombang budaya global yang masif. Data terbaru menunjukkan bahwa meskipun genre Pop tetap menjadi pilihan utama, pengaruh K-Pop kini semakin mengakar dan bahkan melampaui genre tradisional seperti Rock dan Hip Hop di kalangan generasi muda Indonesia.

Sumber informasi ini diperoleh dari hasil survei Jakpat pada tahun 2025 yang dipublikasikan dalam laporan berjudul “Music Concert Trends and Fan Behaviors 2025”.

Pop: Genre Paling Merakyat

Genre Pop membuktikan dominasinya dengan dipilih oleh 67% responden Gen Z. Popularitas genre ini tidak terlepas dari sifatnya yang catchy, mudah diakses, dan terus berevolusi mengikuti tren media sosial, menjadikannya pilihan paling merakyat dan serbaguna.

Namun, yang menarik adalah bagaimana genre global lainnya mampu menembus preferensi Gen Z dan menempati posisi teratas.

Dalam peta musik Gen Z, K-Pop tampil sebagai kekuatan kedua terbesar dengan persentase 35%. Angka ini jauh melampaui genre musik global lain yang sebelumnya memiliki basis penggemar kuat di Indonesia, seperti Hip Hop (25%) dan Rock (15%).

Keberhasilan K-Pop di kalangan Gen Z didorong oleh faktor-faktor non-musikal, seperti popularitas idol, visual yang menarik, dan komunitas penggemar (fandom) yang sangat aktif di media sosial, menjadikannya sebuah soft power budaya yang sangat kuat.

Pergeseran Minat dari Musik Klasik ke Rock

Data ini juga menyoroti preferensi yang mengejutkan terhadap genre-genre yang biasanya diasosiasikan dengan generasi yang lebih tua atau memiliki basis niche.

Dangdut menempati posisi ketiga dengan 27%, menunjukkan bahwa meskipun didominasi genre modern, akar musik lokal masih memiliki daya tarik yang signifikan bagi Gen Z.

Musik Klasik (26%) dan Jazz (25%) menunjukkan persentase yang relatif tinggi, bahkan sedikit di atas Hip Hop dan Rock.

Sebaliknya, genre Rock berada di urutan terbawah dengan hanya dipilih oleh 15% responden Gen Z. Hal ini mengindikasikan adanya pergeseran minat musik dari genre yang identik dengan gitar distorsi dan live performance yang agresif, menuju genre yang lebih digital dan dance-friendly seperti Pop dan K-Pop.

Fenomena ini memberikan insight penting bagi industri musik dan penyelenggara acara bahwa playlist Gen Z bersifat eklektik, tetapi sangat didominasi oleh konten yang mudah diakses secara digital dan memiliki koneksi budaya yang kuat, seperti yang ditawarkan K-Pop.

Adapun rincian hasil survei preferensi genre musik Gen Z yakni sebagai berikut:

Genre MusikPersentase Gen Z (%)Peringkat Kepopuleran
Pop67%1
K-Pop35%2
Dangdut27%3
Klasik26%4
Jazz25%5
Hip Hop25%6
Rock15%7