periskop.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pelibatan TNI dalam penjagaan industri strategis merupakan langkah krusial demi mengamankan aset vital negara dari potensi gangguan.
"Saya pikir semua institusi negara harus berkolaborasi untuk mengamankan apa yang menjadi hal-hal penting bagi kepentingan negara," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/11).
Bahlil menegaskan seluruh elemen negara memiliki tanggung jawab kolektif. Keamanan aset yang berkaitan langsung dengan kepentingan nasional harus menjadi prioritas utama.
Menurutnya, kehadiran aparat keamanan, baik dari unsur TNI maupun kepolisian, sangat diperlukan. Hal ini merupakan upaya mitigasi risiko terhadap segala bentuk ancaman fisik pada objek vital.
"Daripada orang sabotase, menjadi aparat keamanan TNI, polisi, itu penting," tegasnya.
Pernyataan Bahlil ini memperkuat sikap Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Sebelumnya, Sjafrie memastikan TNI akan turun tangan langsung menjaga industri strategis, termasuk kilang minyak Pertamina.
Langkah ini diambil semata-mata untuk menjaga kedaulatan wilayah. Industri strategis dinilai memiliki korelasi kuat dengan ketahanan nasional sehingga memerlukan pengamanan ekstra.
"Sebagai contoh, kilang dan terminal Pertamina, ini juga bagian yang tidak terpisahkan daripada gelar kekuatan kita," kata Sjafrie di Gedung Parlemen, Senin (24/11).
Sjafrie menjelaskan pengamanan instalasi strategis bertujuan menjamin operasional aset pemerintah berjalan optimal tanpa gangguan.
Secara hukum, pelibatan militer dalam ranah ini memiliki landasan yang kuat. Sjafrie merujuk pada regulasi mengenai tugas TNI dalam masa damai.
"Tugas-tugas pengamanan instalasi strategis, khususnya yang dimiliki oleh Pertamina, ini juga bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dan ada di dalam revisi Undang-Undang TNI yang 14 pasal itu," jelas Sjafrie.
Implementasi pengamanan ini akan diintegrasikan dengan tugas Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP). Satuan ini tengah dibangun secara masif oleh TNI di berbagai penjuru negeri.
Hingga kini, lebih dari 100 BTP telah berdiri di seluruh Indonesia. Pemerintah bahkan menargetkan penambahan sekitar 150 batalyon baru setiap tahunnya.
Sjafrie optimistis penjagaan ketat ini akan memaksimalkan kinerja industri strategis. Stabilitas operasional Pertamina dan industri lainnya diharapkan berdampak positif bagi kemakmuran rakyat.
Tinggalkan Komentar
Komentar