Periskop.id - Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto menyatakan, telah mengerahkan 30.151 personel untuk menolong korban banjir di Sumatera. Pengerahan pasukan dalam jumlah besar itu dilakukan agar warga bisa dievakuasi dan mendapat bantuan logistik dengan cepat.
"Saya sudah mengerahkan 30.151 orang di semua wilayah yang terdampak dengan kelengkapannya," kata dia, saat ditemui di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (3/12).
Ia mengatakan, pasukan yang dikerahkan berasal dari ragam satuan di setiap Matra. Salah satu yang berperan yakni Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP).
Mereka, lanjutnya, melakukan beragam upaya dari mulai membantu pencarian korban tertimbun longsor atau hanyut, mengevakuasi warga yang masih terjebak banjir hingga mendistribusikan logistik. Selain itu, TNI juga mengerahkan helikopter dan pesawat angkut untuk mendistribusikan logistik ke titik bencana yang sulit dijangkau.
Dari matra laut, TNI juga telah mengirimkan dua kapal rumah sakit beserta personel untuk memberikan layanan medis untuk para korban banjir. Ia juga mengerahkan prajuritnya yang ada di TNI AD, untuk membangun jembatan di beberapa titik jalur darat yang rusak akibat longsor.
Seluruh pasukan tersebut tidak bekerja sendiri, melainkan bekerjasama dengan Polri, BNPB dan pemerintah daerah setempat dalam memulihkan wilayah pasca bencana.
Hingga saat ini, para pasukannya masih terus bekerja di beberapa titik bencana. Dia memastikan pasukannya itu akan terus ditugaskan di sana sampai kondisi di lokasi bencana kondusif.
KRI Rumah Sakit
Sementara itu, Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Muhammad Ali, mengatakan, telah mengerahkan dua KRI rumah sakit untuk bersiaga di dua titik bencana Banjir di wilayah Sumatera yakni di Aceh dan Sumatera Utara. Penempatan KRI rumah sakit itu dilakukan agar para korban banjir bisa mendapatkan layanan medis secara cepat dan layak.
"Rencana akan nanti siaga di Lhokseumawe. Sebelumnya akan mampir di Aceh Tamiang. Kemudian, ada satu kapal rumah sakit lagi di Sibolga," ucapnya, saat jumpa pers di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu.
Ia menjelaskan, semua kapal perang rumah sakit tersebut dilengkapi dengan petugas medis, peralatan medis, dan beberapa pasukan pendukung lain. Tidak hanya memberikan layanan medis saja, dia mengatakan, pihaknya juga akan mengerahkan satu KRI khusus untuk menyalurkan bantuan bahan bakar ke setiap titik bencana banjir.
"Mungkin akan ditambah satu KRI lagi, yaitu kapal tanker KRI Bontang untuk mendukung bahan bakar di mana banyak daerah yang memerlukan bahan bakar untuk diesel generator," tuturnya.
Hingga saat ini, dua memastikan ada tujuh KRI yang dikerahkan. Sebagian besar KRI dikerahkan untuk mengantar logistik dalam jumlah besar. Tidak hanya unsur laut saja, TNI AL juga mengerahkan beberapa helikopter untuk mengantar logistik ke titik bencana yang sulit digapai dengan jalur darat.
Ia berharap dengan pengerahan alutsista laut dan udara oleh TNI AL, proses evakuasi dan penyebaran logistik dapat berjalan dengan maksimal.
Tinggalkan Komentar
Komentar