Periskop.id - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan kepala daerah yang wilayahnya terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, bisa mengambil jatah beras dan minyak goreng untuk penanganan bencana di Bulog.

"Mereka (Bulog) bisa mengeluarkan, ada namanya beras bencana. Itu bisa dikeluarkan unlimited (tanpa batas), sepanjang ada sudah permintaan dari kepala daerah," kata Tito saat konferensi pers di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (3/12). 

Tito menjelaskan, kepala daerah bersangkutan dapat meminta beras dan minyak goreng kepada Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman dengan cara berkirim surat.

Surat dapat dikirimkan secara daring via aplikasi perpesanan. Setelah itu, Mentan Amran akan meneruskan surat tersebut kepada Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, untuk dikoordinasikan lebih lanjut.

"Tinggal buat surat saja kepada Bapak Amran, melalui WhatsApp bisa. Kalau enggak, melalui saya saja juga bisa. Nanti saya forward (teruskan) kepada Pak Amran dan setelah itu, nanti langsung kepada Bulog. Bulog akan langsung mengeksekusi," tuturnya.

Tito mengatakan, langkah itu sudah dilakukan di Lhokseumawe, Aceh. Dalam waktu kurang dari 24 jam, sekitar 100 ton beras langsung dikeluarkan Bulog setelah kepala daerahnya bersurat kepada Mentan. "Jadi, sepanjang ada surat itu, langsung dieksekusi hari itu juga," serunya.

Mendagri mengimbau kepala daerah mengecek stok di gudang-gudang Bulog. "Tolong rekan-rekan kepala daerah, banyak enggak tahu ini mungkin, rekan-rekan kepala daerah yang terdampak, ya, tolong lihat kondisi cadangan yang ada di gudang Bulog," ucapnya.

Khusus terkait beras, Mendagri mengatakan, persediaan di gudang-gudang Bulog relatif cukup. Sebab, dari 1,3 juta ton cadangan, total beras yang dikeluarkan baru sekitar 800–900 ribu ton. "Artinya, cadangan masih ada 600 ribu ton,” imbuhnya.

Kolaborasi Bulog-Pemda

Sebelumnya, Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menyalurkan bantuan 2.269 ton beras bencana alam untuk masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor, di sejumlah daerah di provinsi tersebut.

"Saat ini, sudah ada surat dari Bapanas kepada Bulog untuk menyalurkan 2.269 ton beras untuk 16 kabupaten/kota yang terdampak bencana," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto di Medan, Selasa.

Budi menjelaskan, daerah yang terdampak di antaranya Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Deli Serdang, Kota Binjai, dan Kota Sibolga.

Ia mengatakan, penyaluran cadangan pangan pemerintah itu diberikan berupa beras sebanyak 3,5 kilogram per orang dengan total 2.268 ton untuk 648.277 jiwa. "Sebagian daerah sudah disalurkan untuk warga yang terdampak seperti di Langkat, Binjai, dan daerah lainnya," tuturnya. 

Bulog menyatakan, penyaluran cadangan beras bencana alam, dilakukan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam pendataan warga yang akan diberikan.

"Untuk itu, kami menyediakan beras ke daerah. Sedangkan untuk teknis pemberian atau pendataan ada di setiap pemerintah daerah," ucapnya.
Stok Cukup

Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya memastikan, stok cadangan beras Bulog mencukupi bagi para korban terdampak banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumut.

"Tadi kita tanyakan ke Bulog bagaimana cadangan pangan kita. Ternyata cadangan pangan, khususnya beras Bulog sangat cukup," ucap Surya di Posko Penanganan Darurat Bencana Provinsi Sumut, Jalan Besar AH Nasution Medan, Selasa. 

Wagub menyebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) telah menghimpun data jumlah kabupaten/kota di Sumatera Utara yang terdampak bencana hidrometeorologi. Ada sebanyak 16 kabupaten/kota di Sumatera Utara telah mengajukan kebutuhan cadangan pangan, dengan total sebesar 2.268 ton beras Bulog akan disalurkan ke daerah terdampak.

"Dari Bulog sudah siap. Selanjutnya kita akan menghubungi kabupaten/kota agar penyalurannya segera dilakukan, dan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan," kata Surya.

Ia menegaskan, penyaluran beras Bulog ini akan dilakukan sesuai data resmi yang diajukan oleh pemerintah daerah masing-masing."Artinya, beras itu akan didistribusikan kepada warga yang terdampak. Kita minta data kabupaten/kota untuk memastikan ketepatan sasaran," jelasnya.

Wagub juga kembali menegaskan, bahwa stok beras Perum Bulog di Sumatera Utara dalam keadaan aman untuk beberapa bulan ke depan. "Artinya, stok beras kita di Sumatera Utara itu cukup," tegas Surya.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto menyatakan, pihaknya siap menyalurkan beras tersebut kapan pun diperlukan. "Beras kita sudah siap. Tugas kami hanya menunggu perintah dari pemerintah untuk menyalurkannya, karena stok untuk para korban bencana alam sangat mencukupi,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga memastikan bahwa gudang tempat penyimpanan stok beras tidak terdampak bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Sumut. "Kami pastikan sebanyak 38 gudang yang tersebar di 12 kabupaten/kota di Sumut tidak terdampak bencana," jelas Budi.