periskop.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan perasaan duka cita dan keprihatinan terhadap warga terdampak bencana alam di tiga provinsi Sumatra.
“Pada kesempatan pertama kami ingin menyampaikan rasa duka cita dan keprihatinan bagi saudara-saudara kita di wilayah Sumatera yang sedang berjuang menghadapi bencana,” kata Ketua KPK Setyo Budiyanto, di Gedung KPK, Rabu (3/12).
Setyo berharap agar warga yang terdampak selalu diberikan kesabaran dan kekuatan untuk melalui bencana ini. Ia juga berharap agar kondisi di tiga provinsi itu dapat segera membaik.
“Mari kita doakan kepada saudara-saudara kita agar selalu diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan dalam menghapadai ujian ini. Semoga kondisinya segera pulih dan membaik,” ungkap Setyo.
Setyo juga mengungkapkan, pihaknya sedang membuka donasi untuk disalurkan kepada para korban yang terdampak bencana banjir dan longsor itu.
Diketahui, berdasarkan data resmi dari laman BNPB, per Rabu (3/12) sekitar pukul 15.15 WIB, BNPB mencatat sebanyak 804 korban meninggal dunia, 657 orang hilang, dan 2.600 orang luka-luka. Sementara itu, sebanyak 576.600 jiwa mengungsi di tiga provinsi itu.
Dari data korban tersebut, BNPB mencatat Kabupaten/Kota Agam paling banyak terdampak korban jiwa meninggal dunia sebanyak 143 dan korban hilang 188. Sementara itu, korban luka dan sakit paling banyak ada di Kabupaten/Kota Tapanuli Tengah sebanyak 521 jiwa.
Secara keseluruhan, BNPB mencatat sebanyak 3,2 juta jiwa terdampak bencana ini. Sementara itu, ada 49 kabupaten terdampak bencana ini.
BNPB menyebutkan, ada 1,7 juta penduduk terdampak di Sumut, ada 1,4 juta penduduk terdampak di Aceh, dan ada 140.500 penduduk terdampak di Sumbar.
Tinggalkan Komentar
Komentar