periskop.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah Indonesia tidak menutup diri terhadap bantuan dari luar negeri dan dalam negeri untuk penanganan bencana Sumatra, jika diberikan secara ikhlas, tulus, dan mekanisme yang jelas.
“(Bantuan) dari luar negeri. Kalau bantuan ikhlas, dan tulus, dan nanti tersalurkan, nanti kita serahkan. Nanti mekanisme kita serahkan mungkin, apakah nanti gubernur Provinsi Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara mungkin membuka rekening, mungkin dana bantuan pasca bencana dibuka. Yang mau kirim langsung silakan, dari dalam negeri mau memberi sumbangan silakan,” kata Prabowo, di Aceh Tamiang, Kamis (1/1).
Prabowo menegaskan, pemerintah pada prinsipnya tidak menolak bantuan apa pun. Namun, ia mengingatkan pengalaman masa lalu, ketika bantuan datang dengan tuntutan di kemudian hari. Akibatnya, prosedur penyaluran harus dipastikan transparan dan jelas sejak awal.
“Kita tidak menolak bantuan, hanya mekanisme dan prosedurnya harus jelas, dan harus ikhlas. Karena kita pernah mengalami, dibantu-dibantu, ujungnya ada juga yang menagih. Tapi kita harus berpikir positif, yang penting kita secepatnya bekerja untuk meringankan rakyat kita di mana pun, itu tujuan kita,” jelas dia.
Prabowo juga menyampaikan telah menerima laporan dari para gubernur daerah terdampak dan akan membahas lebih lanjut mekanisme penyaluran bantuan bersama pejabat tinggi lainnya. Sebab, selama bantuan diberikan dengan niat tulus, negara tidak memiliki alasan untuk menolaknya.
“Saya sudah dilaporkan oleh gubernur dan nanti saya akan bicarakan dengan beberapa pejabat lain mekanismenya. Kalau ada pihak yang tulus ikhlas mau membantu, ya kita jelas sebagai manusia masa kita menolak bantuan. Asal bantuannya itu jelas,” tegas dia.
Bahkan, Prabowo juga membuka ruang bagi partisipasi masyarakat dan komunitas diaspora untuk membantu daerah asal mereka yang terdampak bencana, dengan tetap melalui koordinasi pemerintah pusat agar penyaluran bantuan tepat sasaran.
“Kalau ada pihak yang ingin memberi sumbangan, silakan, monggo. Bikin surat ‘saya ingin menyumbang ini’. Nanti dilaporkan ke pemerintah pusat, nanti kita yang akan salurkan. Kalau memang dia mau bantu, umpamanya ada diaspora Aceh di mana, merasa terpanggil membantu di Aceh, ya monggo silakan, nanti kita salurkan,” ungkap Prabowo.
Prabowo juga mengatakan, komunitas diaspora dari berbagai daerah, seperti Minangkabau dan Batak, dapat berperan aktif membantu wilayah asal masing-masing.
“Ada diaspora Minang mau membantu Ranah Minang. Karena mungkin lebih banyak orang Minang di Jakarta mungkin daripada di Padang, mungkin ya. Enggak apa-apa, silakan nanti membantu. Mungkin juga di Sumatera Utara, ada komunitas orang Batak di Jawa juga besar, juga banyak, silakan,” ucap Prabowo.
Sebelumnya, pemerintah menyatakan telah menerima sejumlah tawaran bantuan dari luar negeri terkait penanganan bencana di Sumatra. Kendati demikian, pemerintah menilai kapasitas nasional masih memadai untuk menangani situasi darurat. Pemerintah juga tetap memberikan apresiasi perhatian dan solidaritas internasional.
“Saya ditelepon banyak pimpinan kepala negara ingin mengirim bantuan. Saya bilang terima kasih, concern Anda. Kami mampu. Indonesia mampu mengatasinya,” kata Prabowo, dalam sidang kabinet di Istana Negara, Senin (15/12/2025).
Tinggalkan Komentar
Komentar