periskop.id - Presiden Prabowo Subianto mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dan penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun demikian, ia menegaskan bahwa secara keseluruhan program tersebut berjalan sangat baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

‎"Ada. Dalam usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan. Apakah ada penyimpangan? Pasti," kata Prabowo dalam acara Taklimat Awal Tahun Presiden, Hambalang, Selasa (6/1).

‎Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin berpuas diri dan menargetkan pelaksanaan MBG tanpa cacat atau zero defect di seluruh daerah, termasuk Surabaya. Menurutnya, setiap kekurangan sekecil apa pun tetap menjadi perhatian serius pemerintah.

‎"Dengan kekurangan 0,00 sekian itu pun bagi kita sesuatu yang harus kita atasi dan Alhamdulillah kita sudah mengatasi dan kita senang atasi terus," jelasnya. 

‎Menurutnya, MBG merupakan bentuk intervensi langsung pemerintah untuk mengatasi persoalan kelaparan dan kemiskinan. Ia mengutip pernyataan Presiden pertama RI, Sukarno, bahwa “perut yang lapar tidak bisa menunggu.

‎"Pemimpin yang bertanggung jawab pemimpin yang punya hati pemimpin yang punya kepedulian harus bekerja keras untuk menghilangkan kelaparan dan kemiskinan," tambah Prabowo.

‎Lebih lanjut, Prabowo menyebut program MBG sempat diragukan oleh sejumlah pihak, namun kini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Bahkan, ia mengaku kerap mendapat pertanyaan dari anak-anak di daerah yang menantikan penyaluran MBG.

‎"Alhamdulillah kita penuh keyakinan kita buktikan saya sangat yakin walaupun begitu banyak pakar yang mengejek saya dan tim saya menyinyir mereka katakan MBG pasti gagal tapi kita buktikan kepada mereka MBG berhasil MBG ini dinantikan oleh semua rakyat," tutup Prabowo.