Periskop.id - Presiden RepubIik Indonesia Prabowo Subianto meyakini, arah kebijakan pemerintahannya berada di jalan yang benar dan diridai oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Negara kepada anggota Kabinet Merah Putih beserta jajaran terkai,t dalam merespons fitnah yang diarahkan sejumlah pihak yang merasa terusik kepentingannya.
"Kita berada di jalan yang bersih, yang suci, kita berada di jalan yang diridai oleh Tuhan Yang Maha Kuasa," kata Presiden dalam Taklimat Awal Tahun Retret Jilid II, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1).
Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo menyampaikan keyakinan, pemerintahan yang dipimpinnya berkomitmen membela keadilan, memberantas kemiskinan, serta menghilangkan kelaparan sebagai bentuk tanggung jawab kepada rakyat dan bangsa. Dalam kesempatan itu, Presiden juga menekankan pentingnya aparatur negara dalam menjaga niat yang bersih dalam menjalankan amanat rakyat.
Selama seluruh kebijakan dan langkah pemerintahan ditujukan untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan keselamatan negara, menurutnya, tidak ada alasan untuk ragu ataupun gentar dalam menghadapi tantangan.
Ia juga mengingatkan jajarannya, upaya membangun pemerintahan yang bersih dan berkeadilan tidak lepas dari risiko kritik, fitnah, hingga serangan dari berbagai pihak yang merasa terusik kepentingannya.
“Kita pasti dimaki, kita pasti difitnah, karena banyak kekuatan, tidak hanya di negara kita, banyak kekuatan memang berada di pihak yang senang di alam penuh korupsi, penuh penyelewengan, penuh penipuan. Mereka ingin kaya di atas penderitaan rakyat kecil,” tegas Presiden.
Namun, ia menilai berbagai serangan tersebut justru menjadi peneguh keyakinan, pemerintah berada di jalur yang benar. Ia pun mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan ejekan dan fitnah sebagai motivasi dalam membela kebenaran dan terus bekerja untuk kepentingan rakyat.
"Jadi kita siap, kalau kita dihantam, kita difitnah, kita diejek, terima itu sebagai kebanggaan. Kalau orang jahat mengejek kita, berarti kita benar dan kita harus terus melaksanakan dan membela kebenaran," tuturnya.
Terbuka Dikritik
Sebelumnya, dalam sambutannya pada Perayaan Puncak Natal 2025 di Jakarta, Senin malam, ia mengatakan demokrasi justru sehat ketika kritik disampaikan secara jujur, bukan melalui fitnah yang dapat memecah belah bangsa.
"Ada yang mengatakan kalau bersatu itu tidak demokratis. Lho, demokrasi silakan, koreksi silakan, kritik bagus. Tapi, fitnah itu tidak bagus," kata Presiden.
Prabowo menegaskan, semua agama mengajarkan larangan berbohong dan menebar fitnah. Prabowo mencontohkan ajaran dalam agama Kristen yang menegaskan larangan untuk berdusta, serta ajaran dalam Islam yang menyebut fitnah lebih kejam daripada pembunuhan.
Kebohongan yang menimbulkan kecurigaan, perpecahan, dan kebencian, lanjutnya, dapat merusak sendi-sendi kehidupan bersama. Pada kesempatan itu, ia pun menekankan pentingnya sikap terbuka terhadap kritik.
Presiden mengaku bersyukur ketika mendapat koreksi karena hal itu justru membantu dan "mengamankan" dirinya dalam menjalankan tugas. Meski diakui tidak selalu nyaman, kritik dan koreksi menurut Presiden merupakan bentuk kepedulian, seperti ketika anak buahnya mengingatkan seragam yang tidak rapi atau atribut yang belum lengkap.
Prabowo menambahkan, keberanian bawahan untuk mengoreksi bukanlah bentuk pembangkangan, melainkan upaya menjaga wibawa dan tanggung jawab pimpinan.
"Lho, ini anak buah kok berani koreksi? Tapi, dia koreksi untuk mengamankan saya," ujarnya seraya mengajak seluruh elemen bangsa untuk membedakan antara kritik yang membangun dan fitnah yang merusak persatuan.
Sekadar informasi, Presiden Prabowo Subianto kembali mengumpulkan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih untuk menjalani retret di kediaman pribadinya, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Agenda ini menjadi retret kedua yang digelar Kepala Negara setelah pembekalan 'The Military Way' di Akademi Militer Magelang pada Oktober 2024 lalu.
Tinggalkan Komentar
Komentar