periskop.id - Mata uang rupiah ditutup melemah pada perdagangan Selasa 6 Januari 2026, seiring indeks dolar AS yang menguat di pasar global.
Rupiah sore ini bergerak di level Rp16.758, turun 18 poin dari penutupan sebelumnya di Rp16.740, setelah sempat melemah hingga 35 poin. Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai tekanan rupiah datang dari faktor eksternal yang cukup kompleks.
“Penguatan dolar AS, ditambah data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan sektor manufaktur masih lesu, membuat rupiah melemah terhadap dolar,” kata dia, Selasa (6/1).
Indeks PMI Manufaktur ISM AS Desember 2025 tercatat 47,9, menandai bulan kontraksi kesepuluh berturut-turut dan lebih rendah dari perkiraan 48,3, menunjukkan aktivitas manufaktur yang terus menurun.
Selain itu, ketegangan politik Venezuela juga memberi dampak terhadap sentimen pasar global. Wakil Presiden Delcy Rodriguez dilantik sebagai presiden sementara, sementara Presiden Nicolás Maduro membantah tuduhan AS terkait narkotika.
“Pasar sempat terkejut atas penangkapan Maduro dan prospek intervensi AS di sektor minyak, meski pengaruhnya terhadap rupiah lebih moderat dibandingkan kekuatan dolar,” jelas Ibrahim.
Dari sisi domestik, inflasi di Jakarta sepanjang 2025 tetap terkendali di 2,63%, sedikit di atas target 2,5% ±1%. Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,69 pada Desember 2024 menjadi 108,47 pada Desember 2025. Penyumbang utama inflasi berasal dari sektor makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,67%, disusul perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 3,22%, serta kelompok pendidikan 2,16%.
“Momen pergantian tahun ajaran, perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional, dan harga emas global yang meningkat menjadi faktor tambahan yang menekan inflasi di tingkat konsumen, meski secara umum masih terkendali,” jelas Ibrahim.
Dengan kombinasi tekanan eksternal dari penguatan dolar dan ketidakpastian global, serta inflasi domestik yang moderat, Ibrahim menilai rupiah akan cenderung bergerak fluktuatif dalam beberapa hari mendatang. Untuk perdagangan Rabu (7/1) besok, Ibrahim memperkirakan rupiah akan tetap fluktuatif dengan kisaran Rp16.750-Rp16.780.
“Investor perlu memperhatikan perkembangan ekonomi global dan domestik untuk menilai arah pergerakan rupiah,” tutupnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar