Periskop.id - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan pernyataan tegas terkait kondisi internal pemerintahannya di tengah maraknya spekulasi yang beredar di ruang digital. 

Dalam sebuah agenda kenegaraan yang berlangsung di Banjarbaru pada Senin (12/1), Prabowo secara terbuka menepis narasi yang menyebutkan adanya keretakan di lingkungan Kabinet Merah Putih.

Momen tersebut terjadi saat ia meresmikan secara serentak 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia. 

Di hadapan para tamu undangan dan awak media, Prabowo menekankan bahwa tim yang ia pimpin saat ini berada dalam kondisi yang sangat solid dan bekerja dengan ritme yang selaras.

Ia menyadari adanya beragam narasi liar dan analisis dari sejumlah pihak di media sosial yang mencoba membedah kondisi internal kabinetnya. 

Prabowo meminta masyarakat agar tidak mudah terhasut oleh opini-opini yang tidak berdasar dari pihak-pihak yang ia sebut sebagai orang-orang terlalu pintar.

"Tapi saya benar-benar bahagia hari ini. Kementerian-Kementerian saya, kabinet saya saya merasakan kompak," ujarnya Prabowo dengan nada optimis.

Ia pun menyoroti bagaimana para analis di media sosial sering kali membangun narasi yang seolah-olah menunjukkan adanya konflik internal di lingkaran kekuasaannya. 

"Jangan percaya orang-orang yang terlalu pintar. Yang ngomong di sosmed, menganalisis ‘terjadi sesuatu perpecahan di antara lingkungannya Prabowo.’ Wah seru, Saya sendiri tertarik, dari mana ini (informasinya)?" lanjutnya.

Prabowo menegaskan bahwa kenyataan di lapangan berbanding terbalik dengan isu yang beredar. Menurutnya, keberhasilan yang diraih pemerintah saat ini merupakan buah dari kerja sama tim yang luar biasa. 

"Tapi enggak, saya merasa kerja keras, kompak, teamwork yang luar biasa sehingga kita mencapai keberhasilan demi keberhasilan, bukti demi bukti," tegasnya.

Untuk memperkuat pernyataannya mengenai kekompakan kabinet, Ia memaparkan data keberhasilan di sektor pangan yang menurutnya merupakan pencapaian bersejarah bagi bangsa. 

Prabowo menjelaskan bahwa pada 31 Desember 2025 lalu, Indonesia secara resmi telah mencapai swasembada beras. Pencapaian ini dianggapnya luar biasa mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu sepanjang kurun waktu 2024 hingga 2025.

"Resmi Indonesia mencapai suasembada beras di tengah Tahun 2024 dan 2025, Indonesia mengalami El Nino, dilanjutkan dengan kekeringan berkepanjangan, kita bisa mengatasi dan kita bisa menghasilkan produksi beras tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia," paparnya.

Lebih lanjut, Prabowo juga mengungkapkan kondisi ketahanan pangan nasional saat ini berada pada posisi yang sangat aman. 

"Cadangan beras kita di gudang pemerintah, hari ini tertinggi selama sejarah Republik Indonesia," ungkapnya menutup pernyataan.