Periskop.id - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyatakan, jumlah peserta Sekolah Rakyat (SR) ditargetkan menembus lebih dari 500.000 siswa pada 2030. Hjal ini seiring dengan rencana penambahan gedung sekolah secara bertahap di berbagai daerah.

“Setiap gedung Sekolah Rakyat memiliki kapasitas hingga 300 siswa dari jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA,” kata Mensos Saifullah Yusuf setelah mendampingi Presiden Prabowo meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1) seperti dilutip dari Antara.

Mensos menyebut, dengan asumsi pembangunan berjalan lancar dan minimal 100 gedung dapat diselesaikan setiap tahun, maka daya tampung siswa akan meningkat signifikan dari tahun ke tahun.

“Kalau ada 100 gedung, maka bisa menampung 30.000 siswa. Kalau 200 gedung berarti 60.000 siswa, dan kalau 300 gedung bisa mencapai 90.000 siswa yang direkrut setiap tahun,” ujarnya. 

Mensos menjelaskan, pada 2026 jumlah siswa Sekolah Rakyat diperkirakan mencapai lebih dari 45.000 orang yang berasal dari siswa existing dan penerimaan baru. Menurut dia, jumlah tersebut akan terus bertambah seiring penambahan gedung pada tahun 2027 dan 2028, hingga pada 2029 diproyeksikan melampaui 400.000 siswa secara nasional.

Ia optimistis pada tahun 2030 jumlah siswa Sekolah Rakyat akan melampaui 500.000 orang. Target tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga paling tidak mampu.

“Ini yang sedang dirancang dan kami siapkan secara bertahap agar berjalan berkelanjutan,” ujarnya. 

500 Sekolah
Pada peresmian Sekolah Rakyat, Presiden Prabowo menargetkan sebanyak 500 Sekolah Rakyat dapat tercapai sampai tahun 2029. “Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Senin, 12 Januari 2026, saya Prabowo Subianto Presiden RI dengan ini meresmikan 166 Sekolah Rakyat di Indonesia," kata Presiden Prabowo.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan peresmian 166 Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia, menjadi momentum kehadiran negara dan pemerintah, dalam memberikan akses pendidikan kepada masyarakat yang paling membutuhkan.

"Terus terang, hari ini tidak hanya sekadar meresmikan beroperasinya Sekolah Rakyat, tetapi hari ini juga menjadi momentum bagi kita seluruh bangsa Indonesia bahwa negara hadir, pemerintah hadir," ujar Prasetyo.

Dia menjelaskan, melalui peresmian 166 Sekolah Rakyat, sekitar 15.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA telah mengikuti kegiatan pembelajaran. Prasetyo mengatakan Sekolah Rakyat tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi paling sulit.

Menurutnya, meski pada awalnya Sekolah Rakyat sempat diragukan sejumlah pihak, pemerintah tetap melanjutkan program tersebut, bersamaan dengan perbaikan sekolah-sekolah reguler.