periskop.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta bantuan sejumlah merek otomotif untuk memperbaiki ambulans yang rusak akibat banjir. Kerusakan pada armada medis tersebut mengganggu layanan darurat di daerah terdampak, sehingga peran sektor swasta dinilai penting untuk mempercepat pemulihan.

 “Jadi sekarang ambulans-ambulans… kita minta bantuan lah. Merek-merek itu yang beresin,” katanya saat rapat koordinasi lintas kementerian di Gedung Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (26/1).

Budi menjelaskan, hampir semua kendaraan operasional termasuk ambulans terdampak banjir dan mengalami kerusakan berat. Beberapa unit masih dapat diperbaiki di lokasi, namun ada pula yang harus dibawa ke Medan untuk penanganan lebih lanjut, terutama pada bagian mesin. 

“Ambulans-ambulans banyak yang rusak, ada yang bisa diperbaiki di lokasi, ada juga yang harus dibawa ke Medan untuk penanganan mesin,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa ada yang bisa diperbaiki di lokasi, dan ada pula yang harus dibawa ke Medan.

Hingga kini, tercatat 23 unit ambulans telah menerima bantuan, baik dalam bentuk perbaikan maupun donasi. Budi juga menyebutkan sejumlah pihak yang ikut membantu.

“Ini ada yang dari Astra, ada yang dari grup-grup yang lain, Indomobil, Kia, semua. Suzuki juga bantu beresin,” ujarnya.

Diketahui, terdapat 204 ambulans yang rusak, dan 85 ambulans di antaranya sudah diperbaiki serta berfungsi kembali untuk pelayanan. Pemerintah masih terus melakukan perbaikan dan pengembangan armada untuk memastikan kebutuhan layanan kesehatan darurat dapat terpenuhi.

Budi menyebut kerja sama dengan merek otomotif ini penting karena ambulans menjadi salah satu sarana utama dalam penanganan darurat. Dengan dukungan pihak swasta, diharapkan armada medis dapat kembali beroperasi dalam waktu yang lebih singkat dan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana tidak mengalami gangguan berkepanjangan.