iklan periskop
Nasional

Cegah Kontaminasi Cesium-137, BRIN Petakan Ulang Area Industri Cikande

BRIN memimpin audit internal dan pemetaan radiasi di PT BMS Cikande. Langkah ini untuk memastikan keamanan dari Cesium-137 sebelum audit FDA Amerika.

6 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Cesium 137, Cikande, KLH, Bapeten, BRIN
Ilustrasi radiasi Cesium-137. Pastikan Keamanan Lingkungan, BRIN Pimpin Audit Radiasi PT BMS. Foto oleh BRIN
Ukuran teks
Sedang

periskop.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memimpin koordinasi lintas kementerian untuk melakukan audit internal dan pemetaan ulang (remapping) radiasi di PT Bahari Makmur Sejati (PT BMS), Cikande, Banten, guna memastikan area industri tersebut aman dari potensi kontaminasi Cesium-137.

“Hal ini untuk memastikan kesiapan teknis dan keselamatan lingkungan sebelum pelaksanaan audit oleh pihak internasional,” kata Kepala Pusat Riset Teknologi Bahan Nuklir dan Limbah Radioaktif (PRTBNLR) BRIN, Maman Kartaman, saat meninjau lokasi, Senin (19/1).

Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Pemerintah ingin menjamin standar keamanan produk nasional.

BRIN ditunjuk sebagai institusi utama (lead institution). Tugasnya mengoordinasikan seluruh aspek teknis dan ilmiah di lapangan.

Persiapan ini sangat krusial. PT BMS dijadwalkan menghadapi audit eksternal dari pihak ketiga yang ditunjuk oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat.

Tim teknis BRIN telah menyampaikan catatan awal. Data ini diperoleh dari hasil pemetaan dan verifikasi kondisi lapangan sebelumnya.

Catatan tersebut menjadi bahan evaluasi. Perusahaan wajib memenuhi aspek keselamatan radiasi dan pengendalian lingkungan secara ketat.

Audit internal ini melibatkan kolaborasi berbagai instansi. BRIN menggandeng Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), serta Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Kerja sama lintas sektor ini dinilai penting. Tujuannya agar proses audit berjalan komprehensif sesuai kewenangan masing-masing lembaga.

Kegiatan pemetaan ulang mencakup verifikasi tingkat radiasi. Petugas menyisir area operasional pabrik hingga lingkungan sekitarnya.

Maman merinci proses teknis di lapangan. Tim melakukan pengukuran radiasi serta pemetaan sebaran kontaminasi secara detail.

Selain itu, pengambilan sampel lingkungan juga dilakukan. Hal ini demi memperoleh data akurat yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Audit internal ini bertujuan memastikan seluruh aspek teknis terpenuhi. Keselamatan kerja dan lingkungan menjadi syarat mutlak yang harus dipatuhi.

Langkah ini sekaligus mendukung kesiapan industri nasional. PT BMS diharapkan lolos menghadapi standar ketat audit internasional.

Maman berharap hasil audit internal menjadi landasan kuat. Data ini akan menentukan langkah lanjutan penanganan kontaminasi Cesium-137 di kawasan industri Cikande.

Pemerintah berkomitmen menangani isu ini secara transparan. Penanganan dilakukan terintegrasi di bawah komando BRIN agar masalah tuntas.

Upaya ini bukan sekadar masalah teknis. Ini menyangkut pemulihan aktivitas industri demi ekonomi nasional.

“Langkah ini diharapkan dapat mendukung pemulihan aktivitas industri sekaligus memperkuat kepercayaan internasional terhadap produk ekspor nasional,” pungkas Maman.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Cesium-137, Cs-137, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Nuklir, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.