Periskop.id - Kementerian Agama (Kemenag) memastikan sebanyak 6.859 masjid, telah siap digunakan oleh para pemudik untuk beristirahat. Masjid-masjid tersebut tersebar di berbagai jalur mudik di seluruh Indonesia pada libur Lebaran 2026.

“Kita ingin mengubah wajah masjid yang selama ini terkesan hanya dibuka untuk pelaksanaan shalat lima waktu. Masjid harus kembali pada fungsinya memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (12/3). 

Program yang dinamai Masjid Ramah Pemudik ini diluncurkan dalam kegiatan kick off Ekspedisi Masjid Indonesia di Jakarta. Program ini menjadi bagian dari upaya Kemenag memperluas fungsi masjid sebagai pusat pelayanan masyarakat.

Pihaknya ingin menghidupkan kembali peran masjid agar tidak hanya digunakan untuk kegiatan ibadah rutin, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Menurut Wamenag, keberadaan masjid di sepanjang jalur mudik dapat menjadi tempat singgah yang aman dan nyaman bagi para musafir selama perjalanan menuju kampung halaman.

“Masjid tidak hanya menjadi tempat shalat, tetapi juga tempat singgah yang memberikan berbagai kemudahan bagi para pemudik,” imbuhnya. 

Berbagai layanan disiapkan di masjid-masjid tersebut untuk mendukung kebutuhan pemudik. Antara lain akses masjid dan mushala yang dibuka selama 24 jam, area parkir, toilet bersih, ruang istirahat, layanan kesehatan untuk pertolongan pertama, serta ketersediaan air bersih.

Selain itu pengelola masjid juga diharapkan menyediakan fasilitas pengisian daya baterai ponsel dan perangkat komunikasi, pusat informasi bagi pemudik, serta air minum dan makanan ringan.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Abu Rokhmad mengatakan, Program Masjid Ramah Pemudik menambahkan masjid-masjid yang terlibat dalam program tersebut berada di jalur mudik strategis. Hal tersebut telah dikoordinasikan dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag di berbagai daerah untuk memastikan kesiapan fasilitasnya.

Untuk memudahkan masyarakat menemukan masjid selama perjalanan, Kemenag menyediakan informasi lokasi masjid melalui aplikasi Pusaka Super Apps. Di aplikasi ini, pemudik dapat mencari masjid terdekat dari lokasi mereka, sekaligus melihat rute perjalanan menuju tempat ibadah tersebut.

“Melalui aplikasi Pusaka, masyarakat dapat dengan mudah mencari masjid terdekat dari lokasi mereka sehingga tetap dapat beribadah dengan nyaman selama perjalanan,” kata Abu Rokhmad.

Sulawesi Selatan
Di luar Jawa, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan (Sulsel) Ali Yafid mengatakan, pihaknya menyiapkan ratusan rumah ibadah, seperti masjid, untuk para pemudik. Mereka bisa beristirahat demi keamanan dan keselamatan saat melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman.

“Kalau lelah dalam perjalanan, silakan singgah beristirahat di masjid, karena Kemenag Sulsel telah siapkan ratusan rumah ibadah di sepanjang jalur utama yang siap melayani para pemudik 24 jam selama fase arus mudik dan arus balik Lebaran 2026,” ujarnya di Makassar, Kamis.

Ali Yafid yang memimpin rapat koordinasi (rakor) jelang libur Lebaran, mengajak jajarannya untuk selalu siap membantu pemudik dengan menyiapkan masjid yang dilalui pemudik selama 24 jam untuk beristirahat.

Ia menginformasikan, saat ini ada 517 masjid yang bisa dimanfaatkan pemudik untuk istirahat. Jumlah itu naik dari sebelumnya 492 masjid. Selain itu sejumlah madrasah dan Kantor Urusan Agama (KUA) di sepanjang jalur utama pemudik di kabupaten/kota yang juga siap melayani.

Masjid yang tersebar di sepanjang jalur mudik nasional di Sulsel, kata dia, siap menjadi tempat istirahat sementara bagi para pemudik yang melakukan perjalanan jarak jauh.

"Kehadiran posko mudik di rumah ibadah ini diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam melayani masyarakat selama musim mudik," imbuhnya.

Ali Yafid pun menegaskan kepada seluruh jajarannya di kabupaten/kota agar terus memantau dan memastikan kesiapan masjid yang berada di jalur mudik untuk melayani para pemudik selama periode perjalanan Lebaran. Ia pun meminta tanda tanda berupa baliho atau spanduk dipasang di lokasi Masjid Ramah Pemudik.

“Kita ingin agar rumah-rumah ibadah yang berada di jalur mudik benar-benar siap melayani para pemudik. Rumah ibadah tersebut diharapkan dapat dibuka selama 24 jam selama masa mudik, karena para pemudik datang silih berganti sepanjang waktu,” tuturnya. 

Menurutnya, kesiapan layanan juga harus disertai dengan pengaturan petugas yang berjaga, agar keamanan dan kenyamanan pemudik tetap terjaga.

“Perlu ada petugas yang berjaga agar keamanan tetap terjamin. Jangan sampai jamaah yang beristirahat justru mengalami kehilangan barang atau hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.