Periskop.id - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta kepada para pemudik agar tidak membawa kerabat atau teman kembali ke Jakarta, jika belum memiliki kepastian pekerjaan.
"Saya sudah sampaikan kepada para pemudik, nanti setelah balik ke Jakarta tidak usah membawa orang kalau belum punya kepastian kerja," kata Luthfi saat acara pelepasan program mudik Lebaran gratis 2026 di area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Senin (16/3).
Menurut Luthfi, langkah tersebut penting agar tidak menambah beban kota besar seperti Jakarta yang sudah memiliki kepadatan penduduk yang tinggi.
Dia mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan berbagai program pelatihan kerja bagi warga yang memilih tetap bekerja di daerah asal. Di antaranya melalui Balai Latihan Kerja (BLK), pelatihan vokasi, serta pembinaan tenaga kerja yang disiapkan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.
"Jawa Tengah sudah menyiapkan BLK, pelatihan vokasi dan pembinaan tenaga kerja. Jadi kalau ingin bekerja, bisa di Jawa Tengah saja. Kami tidak ingin membebani Jakarta, khususnya Jakarta Timur," ujar Luthfi.
Menurut dia, seluruh kepala daerah di Jawa Tengah juga telah siap menerima para perantau yang kembali ke kampung halaman. Dia menilai momen mudik tidak hanya menjadi tradisi silaturahmi, tetapi juga berpotensi mendorong perputaran ekonomi di daerah.
"Di situ ada perputaran orang, barang dan uang di daerah. Itu akan menggerakkan ekonomi masyarakat," ucap Luthfi.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah mempersiapkan berbagai fasilitas untuk melayani para pemudik yang melintas di wilayah Jawa Tengah. Sebagai wilayah yang berada di jalur tengah Pulau Jawa, provinsi tersebut menjadi titik persinggahan bagi pemudik dari berbagai daerah.
"Jawa Tengah ini sentral arus mudik nasional. Orang dari Jawa Barat ke Jawa Timur lewatnya Jawa Tengah, begitu juga sebaliknya," jelas Luthfi.
Oleh karena itu, pemerintah daerah telah menyiapkan infrastruktur hingga fasilitas penunjang seperti hotel, tempat istirahat (rest area), dan pusat UMKM di berbagai lokasi.
Luthfi berharap, para pemudik yang melintas di Jawa Tengah dapat beristirahat sekaligus berbelanja produk UMKM, sehingga dapat membantu perekonomian daerah. Dia juga berpesan kepada para pemudik agar selalu menjaga kesehatan selama perjalanan.
16 Ribu Pemudik
Sekadar informasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) memberangkatkan sebanyak 16 ribu lebih pemudik dalam program mudik Lebaran gratis 2026 dari titik kumpul di area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.
Sekitar 325 bus yang disiapkan untuk mengangkut hampir 16.870 masyarakat yang akan mudik ke Jawa Tengah. "Hari ini kami bersama seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Tengah serta berbagai stakeholder melepas pemudik. Ada sekitar 325 bus yang kita siapkan untuk mengangkut hampir 16.870 warga yang akan mudik ke Jawa Tengah," kata Luthfi.
Dia mengatakan program mudik gratis merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah, terhadap masyarakat Jawa Tengah yang bekerja di perantauan, salah satunya Jakarta dan sekitarnya. Selain itu, program ini bertujuan membantu masyarakat perantauan, khususnya pekerja sektor informal, agar dapat pulang kampung merayakan Idulfitri bersama keluarga.
Menurutnya, jumlah armada pada tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 270 bus. "Peningkatan ini dilakukan karena minat masyarakat terhadap program mudik gratis terus bertambah," ujar Luthfi.
Selain bus, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan transportasi lain untuk membantu pemudik. "Besok juga sudah kami siapkan tujuh gerbong kereta api gratis untuk masyarakat yang akan pulang kampung," ucapnya.
Program mudik gratis ini menyasar berbagai kalangan pekerja informal yang merantau di Jakarta dan sekitarnya. Di antaranya, pengemudi ojek online, pedagang bakso, pekerja warteg, pembantu rumah tangga, kuli bangunan hingga mahasiswa.
Menurut Luthfi, pemerintah ingin meringankan beban ekonomi para perantau agar tetap dapat merayakan Lebaran bersama keluarga. "Mereka ini adalah pekerja informal yang berjuang di perantauan. Negara harus hadir di tengah masyarakat untuk membantu mereka pulang kampung," cetusnya.
Pemprov Jawa Tengah bersama seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Tengah turut terlibat dalam program ini. Pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk menyambut para pemudik yang kembali ke kampung halaman.
Selain itu, proses pendaftaran mudik gratis dilakukan secara daring melalui aplikasi yang telah disediakan pemerintah daerah. "Pendaftaran sudah dilakukan secara online melalui aplikasi. Semua sudah diatur melalui sistem yang jelas," ucap Luthfi.
Dia berharap, program mudik gratis ini dapat membantu masyarakat sekaligus memperkuat tradisi mudik sebagai momen silaturahmi keluarga saat Lebaran.
"Selain bersilaturahmi, ada juga perputaran orang, barang dan uang di daerah yang tentu akan menggerakkan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Turut hadir dalam pelepasan peserta mudik Lebaran gratis seluruh Bupati dan Walikota Provinsi Jawa Tengah, perwakilan dari DPR Provinsi Jawa Tengah, dan Wali Kota Jakarta Timur Munjirin.
Tinggalkan Komentar
Komentar