Periskop.id - Kepala PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto Mohamad Arie Fathurrochman menyatakan, Kota Purwokerto, Banyumas, Jateng, menjadi simpul kepadatan arus mudik kereta api pada masa angkutan Lebaran tahun ini. Hal ini seiring lonjakan jumlah penumpang yang terus meningkat.
"Arus mudik sekarang memang sudah mulai ada peningkatan. Kalau ditarik garis besarnya, untuk wilayah Daop 5 Purwokerto sendiri jumlah penumpang yang turun sudah hampir tiga puluhan ribu," katanya di Stasiun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (18/3).
Ia mengatakan, rata-rata penumpang yang turun di Stasiun Purwokerto mencapai sekitar 10.000 orang per hari. Sedangkan penumpang yang berangkat berkisar antara 6.000-7.000 orang per hari.
Ia memperkirakan, jumlah tersebut masih akan terus bertambah hingga mendekati puncak arus mudik. "Puncak arus mudik penumpang turun di Purwokerto diprediksi terjadi pada H-2 Lebaran atau sekitar 19 Maret dengan jumlah penumpang harian mencapai 12.000-15.000 orang," ucapnya.
Secara keseluruhan di wilayah Daop 5 Purwokerto, kata dia, jumlah penumpang turun saat puncak arus mudik diproyeksikan bisa mencapai 25.000-27.000 ribu hingga orang per hari. Sementara untuk arus balik Lebaran, lanjut dia, KAI memperkirakan pola pergerakan penumpang relatif serupa.
Arus Balik
Menurut dia, puncak arus balik di Stasiun Purwokerto diprediksi terjadi pada H+2 Lebaran dengan jumlah penumpang berkisar antara 12.000-14.000 orang per hari. Sedangkan total di seluruh wilayah Daop 5 diperkirakan kembali menyentuh angka 25.000-27.000 orang per hari.
Jika dibandingkan periode yang sama pada masa angkutan Lebaran tahun sebelumnya, kata dia, KAI mencatat adanya pertumbuhan jumlah penumpang. “Data kami menunjukkan penumpang naik tumbuh sekitar 6 %," serunya.
Ia mengatakan, angka tersebut berpotensi meningkat melampaui proyeksi awal apabila melihat tren pergerakan penumpang pada periode libur besar sebelumnya.
Berkaca pada masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, kata dia, prediksi kenaikan sekitar 6% pada akhirnya terealisasi hingga menembus kisaran 10%.
"Kalau melihat tren seperti saat Natal-tahun baru, prediksi 6 % bisa saja tumbuh sampai 10%,” kata Arie.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Banyumas Sadewo Tri Lastiono menilai, tingginya arus penumpang tersebut menegaskan posisi Kabupaten Banyumas sebagai salah satu tujuan utama mudik nasional. Menurut dia, Kabupaten Banyumas khususnya Purwokerto saat ini masuk lima besar daerah tujuan mudik menggunakan kereta api di Indonesia.
Bahkan, lanjut Sadewo, jumlah penumpang yang turun saat arus mudik di Purwokerto disebut lebih banyak dibandingkan sejumlah kota tujuan utama lainnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar