Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto melantik 1.204 Pamong Praja Muda lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026 di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7). Ribuan lulusan tersebut terdiri dari 728 putra dan 476 putri.

Rangkaian upacara pelantikan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Prabowo tiba di Lapangan Parade Kampus IPDN pada jam yang sama, sebelum menuju mimbar upacara selaku Inspektur Upacara pukul 08.23 WIB.

Upacara diawali dengan lagu Indonesia Raya. Bertindak sebagai Komandan Upacara, Yasar Lukman, yang menjabat Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri.

Prabowo kemudian menyematkan tanda pangkat Pamong Praja kepada tiga lulusan terbaik. Mereka adalah Aji Bayu Ramadhan yang meraih predikat lulusan terbaik seluruh program studi, disusul Charina Anggie Simbolon dan Mohamad Toriq Anwar sebagai lulusan terbaik Program Sarjana Terapan di program studi masing-masing.

Presiden lalu membimbing para Pamong Praja Muda mengucapkan sumpah jabatan. Di hadapan Prabowo, mereka berjanji menjalankan tugas pemerintahan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, sekaligus berikrar setia menjaga persatuan Republik Indonesia.

"Bahwa saya siap berkorban jiwa raga demi kepentingan negara, bangsa, dan masyarakat. Bahwa saya akan setia melayani, mengabdi, dan menjadi teladan kepada masyarakat," kata para Pamong Praja Muda secara serentak dalam prosesi sumpah jabatan di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Rabu (29/7).

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menerangkan, para pamong praja muda tersebut akan disebar ke lingkungan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Penempatan itu, menurutnya, disesuaikan dengan kebutuhan formasi aparatur sipil negara di masing-masing wilayah.

Dari 1.204 lulusan yang dilantik, terdapat 10 nama yang tercatat sebagai peraih predikat terbaik lintas program studi. Aji Bayu Ramadhan asal Nusa Tenggara Timur mencatatkan IPK tertinggi 3,84 dari Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan dan meraih Penghargaan Kartika Astha Brata.

Sembilan lulusan terbaik lainnya, penerima Penghargaan Sapta Abdi Praja, berasal dari berbagai daerah mulai dari Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Bali. Program studi yang mereka tempuh pun beragam, mulai dari Keuangan Publik, Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik, Politik Indonesia Terapan, sampai Praktik Perpolisian Tata Pamong.

"Termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar, sesuai kebutuhan formasi aparatur sipil negara," kata Prasetyo dalam siaran pers, Rabu.