Tragedi KM Virgo: DVI Polri Tuntas Identifikasi 9 Jenazah
DVI Polri identifikasi 9 jenazah korban KM Virgo Transport 8. Total 126 dievakuasi, 108 selamat, 18 tewas, 117 masih dicari.

Periskop.id - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah merampungkan identifikasi terhadap 9 dari total 18 jenazah korban musibah kapal motor (KM Virgo Transport 8) di perairan Masalembo, Laut Jawa. Seluruh jasad yang identitasnya telah terkonfirmasi secara ilmiah langsung dipulangkan ke pihak keluarga, sedangkan 9 jenazah lainnya masih menjalani rangkaian pemeriksaan forensik.
Pencocokan data korban tewas dilakukan secara terpadu oleh Tim DVI Polda Kalimantan Selatan, Pusdokkes Polri, dan tim Inafis melalui uji forensik menyeluruh, meliputi rekaman odontologi, sidik jari, ciri fisik medis, barang bawaan, hingga uji profil genetik (DNA). Pada Selasa (22/9) pagi, tim SAR gabungan kembali mengangkat tiga jasad dari lokasi pencarian untuk segera diidentifikasi di posko forensik.
Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan seluruh korban meninggal yang berhasil dievakuasi langsung ditangani tim spesialis forensik. Penyerahan peti jenazah kepada kerabat baru diperbolehkan setelah data biologis dan medis menunjukkan kecocokan mutlak.
“Polri melalui DVI terus memberikan pelayanan identifikasi kepada korban KM Virgo Transport 8. Setiap korban yang ditemukan dilakukan proses identifikasi dengan mengacu pada data ante mortem dan post mortem. Setelah identitas korban dipastikan, korban segera diserahkan kepada keluarga,” kata Trunoyudo dalam keterangannya, Rabu (23/9).
Guna menunjang kecepatan proses pencocokan jenazah, jajaran kepolisian kewilayahan turut dikerahkan menghimpun sampel biologis kerabat terdekat penumpang. Langkah ini ditandai dengan pengumpulan sampel DNA keluarga di Jawa Barat oleh Biddokkes setempat yang langsung dikirimkan ke laboratorium Pusdokkes Polri sebagai data pembanding primer.
Trunoyudo menekankan, ketelitian analisis data medis menjadi kunci utama dalam memastikan tidak ada kekeliruan saat fase rekonsiliasi korban. Kepastian identitas secara legal dan ilmiah menjadi prasyarat mutlak sebelum jasad dipulangkan ke rumah duka.
“Data ante mortem yang dikumpulkan dari keluarga menjadi bagian penting dalam proses rekonsiliasi. Polri terus memastikan setiap data diperiksa dan dicocokkan secara cermat sehingga identitas korban dapat dipastikan sebelum diserahkan kepada keluarga,” tegas Trunoyudo.
Merujuk catatan resmi Basarnas hingga Selasa siang, operasi kemanusiaan ini secara keseluruhan telah mengevakuasi 126 orang dari total 243 penumpang yang terdaftar dalam manifes pelayaran. Dari jumlah yang telah ditemukan tersebut, 108 penumpang dinyatakan selamat dan 18 orang meninggal dunia, sedangkan 117 korban lainnya masih dalam pencarian intensif di perairan Laut Jawa.
Berdasarkan laporan kronologi awal, kapal yang dioperasikan PT Virgo Karya Shipping dan dinakhodai Arief Yunianto tersebut bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Banjarmasin pada Sabtu (12/9/2026) pukul 06.52 waktu setempat. Namun, pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 waktu setempat, kapal mengalami kemiringan ekstrem dan terputus kontak di perairan Masalembo.
Merujuk data resmi, kapal mengangkut total 243 orang yang terdiri atas 30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, 1 anak, serta 126 sopir dan kernet, beserta 89 unit muatan kendaraan.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai kecelakaan kapal dengan mengeklik tautan.

Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.