periskop.id - Kabar duka mengejutkan publik Tanah Air. Aktor senior Epy Kusnandar meninggal dunia pada Rabu, 3 Desember 2025, pukul 14.24 WIB. Informasi ini disampaikan langsung oleh sang istri, Karina Ranau, melalui unggahan di media sosial keluarga yang menulis ucapan belasungkawa kepada suaminya.
Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Harmony Residence 88, Jalan Pasir Jagakarsa, Jakarta Selatan. Rencana pemakaman ditetapkan pada Kamis, 4 Desember 2025 dengan prosesi dimulai sekitar pukul 08.00 WIB di Taman Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan.
Hingga saat ini, pihak keluarga belum merilis keterangan resmi mengenai penyebab kematian Epy Kusnandar. Namun, publik diingatkan pada perjuangan panjang yang pernah dijalaninya melawan kanker otak. Pada 2011, Epy sempat divonis menderita tumor otak stadium empat dan sempat diprediksi hanya memiliki waktu hidup beberapa bulan. Berkat tekad dan pengobatan, ia berhasil melewati masa kritis tersebut dan kembali aktif berkarier.
Kepergian Epy Kusnandar tentu mengejutkan banyak pihak, terutama bagi mereka yang tumbuh bersama karakter ikoniknya. Doa dan ucapan belasungkawa mengalir dari rekan artis, keluarga, dan ribuan penggemar yang mengikuti kabar duka ini. Banyak yang mengenang sosoknya sebagai aktor yang tulus, penuh humor, dan juga menyimpan kedalaman karakter dalam setiap peran yang dimainkan.
Dari Layar Kecil hingga Jadi “Kang Mus” yang Melegenda
Epy Kusnandar lahir di Garut, Jawa Barat, pada 1 Mei 1964. Sejak muda, ia sudah menunjukkan minat kuat pada dunia seni, aktif mengikuti teater sebelum merambah layar kaca. Debut profesionalnya terjadi pada tahun 1996 melalui serial televisi berjudul “1 Kakak 7 Ponakan”. Seiring waktu, Epy membuktikan kematangan aktingnya melalui berbagai peran dari komedi, drama, hingga film layar lebar.
Namun, peran yang benar-benar melekat di hati masyarakat adalah sebagai “Muslihat” alias “Kang Mus” dalam serial fenomenal Preman Pensiun. Karakter bos preman yang berhati baik itu berhasil diperankan Epy dengan natural, memadukan kekuatan dan kelembutan sehingga meninggalkan kesan mendalam bagi penonton. Tak hanya menghibur, Epy juga memperlihatkan sisi profesionalisme dan kerja keras yang patut dicontoh, menjadikannya sosok teladan bagi banyak generasi aktor muda.
Warisan Inspiratif Epy Kusnandar
Selain dikenal lewat peran ikoniknya, Epy juga meninggalkan inspirasi penting bagi dunia hiburan dan penggemarnya. Ia membuktikan bahwa kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan melalui kerja keras, ketekunan, dan dedikasi. Kisah hidupnya yang sempat menghadapi kanker otak juga mengajarkan nilai keberanian, keteguhan, dan rasa syukur dalam menghadapi tantangan hidup.
Epy bukan hanya menghibur lewat layar kaca, tapi juga memberi contoh nyata bahwa seni bisa menjadi warisan yang abadi. Penonton yang tumbuh bersama karakter “Kang Mus” kini memiliki kenangan yang terus hidup, menjadi pelajaran bahwa di balik tawa, ada kerja keras, dan di balik kesuksesan, ada perjuangan.
Selamat jalan, Kang Mus. Terima kasih atas tawa, kisah, dan warisan seni yang tak terlupakan.
Tinggalkan Komentar
Komentar