periskop.id - Penunjukan Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pelatih Timnas Indonesia U-17 menghadirkan harapan baru bagi masa depan sepak bola Tanah Air. Ia kini mengemban misi penting untuk membawa skuad muda Garuda bersaing di Piala Asia U-17 2026 di Arab Saudi. Berbekal pengalaman sebagai mantan predator kotak penalti, Kurniawan dipercaya membina generasi baru melalui perjalanan kariernya yang panjang dari striker legendaris hingga berkembang menjadi pelatih berpengalaman.

Profil Singkat Kurniawan

Lahir di Magelang pada 13 Juli 1976, Kurniawan Dwi Yulianto adalah nama besar yang identik dengan ketajaman di depan gawang. Julukan "Si Kurus" melekat padanya karena postur tubuhnya yang ramping, tapi ia membuktikan bahwa kelincahan dan teknik tinggi jauh lebih mematikan daripada sekadar kekuatan fisik.

Dalam catatan sejarah Timnas Indonesia, Kurniawan menduduki peringkat keempat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa dengan koleksi 33 gol dari 59 penampilan. Namanya mulai mencuat saat mengikuti program Primavera di Italia pada tahun 1993 bersama klub Serie A, U.C. Sampdoria.

Jejak Karir Kurniawan

Perjalanan karier Kurniawan di kancah internasional bermula ketika ia menembus ketatnya persaingan sepak bola Eropa dengan membela tim muda Sampdoria di Italia dan klub kasta tertinggi Swiss, FC Luzern. Catatan ini menjadikannya sosok bersejarah sebagai satu-satunya pemain nasional yang mampu mencetak gol di liga top Eropa serta berkompetisi sekaligus membobol gawang lawan di ajang Piala UEFA Intertoto.

Setelah kembali ke Tanah Air pada tahun 1995, kekuatan "Si Kurus" di kompetisi domestik semakin tidak terbendung dengan keberhasilannya membawa PSM Makassar merengkuh gelar juara liga pada tahun 2000 yang kemudian ia ulangi bersama Persebaya Surabaya pada tahun 2004. Ketajamannya sebagai predator kotak penalti terbukti lewat koleksi lebih dari 170 gol selama berkarier di berbagai klub Indonesia. 

Tak hanya berjaya di negeri sendiri, Kurniawan juga mengukir sukses saat merantau ke Malaysia bersama Sarawak FA. Di sana, ia tampil sangat produktif dengan mengemas 29 gol hanya dalam satu musim, sebuah kontribusi krusial yang berhasil membawa klub tersebut promosi ke kasta tertinggi Liga Malaysia.

Transformasi Menjadi Pelatih Timnas U-17

Setelah gantung sepatu, Kurniawan tidak lantas menjauh dari lapangan hijau, melainkan memilih untuk meniti karier kepelatihan dengan sangat serius hingga ke Italia. Sebelum dipercaya memegang kendali penuh atas Timnas U-17, ia sempat mengasah kemampuannya sebagai asisten pelatih di klub Serie B Italia, Como 1907. 

Pengalamannya di pinggir lapangan pun sudah sangat teruji, mulai dari menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia saat mendampingi Bima Sakti di Piala AFF 2018, hingga menjadi tangan kanan Indra Sjafri ketika meraih prestasi di SEA Games 2023 dan 2025.

Selain pengalamannya sebagai asisten, pria yang akrab disapa "Si Kurus" ini juga memiliki jam terbang sebagai pelatih kepala saat menukangi klub asal Malaysia, Sabah FC. Ia pun sempat memperluas cakrawala manajerialnya dengan mengabdi sebagai Direktur Teknik di PSPS Pekanbaru sebelum akhirnya dipanggil kembali oleh negara untuk memimpin skuad Garuda Muda.