periskop.id - Fenomena astronomi selalu menghadirkan pemandangan yang menarik sekaligus menakjubkan, mencerminkan kekayaan alam semesta yang seakan tidak pernah berhenti memanjakan mata. Ditambah, fenomena-fenomena ini hanya terjadi pada waktu tertentu sehingga memiliki keunikan tersendiri saat muncul.

Pada bulan April nanti, akan hadir salah satu fenomena astronomi yang menarik, yaitu Pink Moon. Fenomena ini tidak hanya indah untuk dilihat, tapi juga menyimpan nilai ilmiah yang belum banyak orang tahu.

Keistimewaannya bukan sekadar pada keindahan semata, tapi juga berkaitan dengan penanda pergantian musim dan momen keagamaan bagi umat Kristiani. Lantas, apa itu sebenarnya fenomena Pink Moon?

Kapan Fenomena Pink Moon Muncul?

Berdasarkan laporan dari Time and Date, fenomena Pink Moon diperkirakan muncul di Indonesia pada Kamis, 2 April 2026 pukul 09.11 WIB. Walaupun muncul pada pagi hari, pengamatan fenomena tersebut juga dapat terlihat pada malam hari.

Apa Itu Fenomena Pink Moon?

Pada dasarnya, fenomena Pink Moon adalah bulan purnama supermoon. Melansir dari nesdis.noaa, supermoon biasanya merujuk pada bulan baru atau bulan purnama yang berada pada posisi paling dekat dengan bumi dalam orbit elipsnya sehingga visual bulan terlihat lebih besar dari biasanya.

Umumnya, supermoon memiliki ukuran yang jauh lebih besar dari biasanya. Ia memiliki ukuran sekitar 7% lebih besar dan sekitar 15% lebih terang daripada bulan purnama biasa.

Kenapa Disebut Pink Moon?

Cahaya bulan pada fenomena Pink Moon tidak benar-benar berwarna merah muda. Penamaan itu hanya berkaitan dengan pertumbuhan tanaman bunga yang berwarna merah muda asli Amerika Utara.

Mengutip dari Time and Date, penamaan fenomena Pink Moon berkaitan dengan mekarnya bunga liar berwarna merah muda yang biasanya tumbuh di awal musim semi. Bunga yang dimaksud adalah bunga liar phlox merah muda yang merupakan tanaman asli Amerika Utara dan mekar pada bulan purnama di bulan April.

Bunga ini memancarkan warna yang cukup cerah dan mengeluarkan aroma yang harum. 

Bagi penduduk asli Amerika, nama-nama tersebut merujuk pada pencairan es di musim dan tanda pertumbuhan baru yang terjadi di setiap tahunnya. Nama-nama lain yang berkaitan dengan fenomena tersebut, antara lain Breaking Ice Moon, Moon of the Red Grass Appearing, Budding Moon, New Shoots Moon, Seed Moon, dan Growing Moon.

Penentu Musim Semi dan Paskah

Masih dari Time and Date, Pink Moon juga dijadikan sebagai penentu jatuhnya Hari Paskah. Hal ini karena Minggu Paskah menjadi hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama pada musim semi.

Ekuinoks musim semi terjadi pada tanggal 20 Maret 2026 yang menunjukkan terjadinya awal musim semi. Hal itu pun menjadikan Pink Moon yang terjadi pada tanggal 2 April sebagai Bulan Purnama Paskah.

Atas dasar itulah dapat ditentukan bahwa Minggu Paskah 2026 terjadi pada 5 April. Oleh karena itu, fenomena bulan ini juga disebut sebagai Bulan Paskah.