periskop.id - Telah terjadi insiden kereta anjlok di jalur lintas selatan Jawa yang melibatkan kereta Bangunkarta relasi Jombang-Pasar Senen pada Senin (6/4/2026) sekitar pukul 14.15 WIB. Peristiwa terjadi di emplasemen Stasiun Bumiayu, Kabupaten Brebes.

Kejadian tersebut pun menyebar cepat di linimasa media sosial, salah satunya akun Instagram @undercover.id yang memperlihatkan kondisi kereta pascakejadian. Terlihat gerbong ekonomi 1, 2, dan 3 miring ke kiri dari jalur rel. Gerbong 2 mengalami kondisi yang cukup parah.

Berdasarkan keterangan dari akun tersebut, seluruh penumpang dalam kondisi selamat dan sedang dievakuasi. KAI melalui akun X resminya @KAI121 mengatakan bahwa imbas dari kejadian tersebut mengakibatkan adanya keterlambatan pada kereta yang melalui jalur tersebut.

Sebanyak 9 perjalanan kereta api mengalami pembatalan dan 35 perjalanan lainnya mengalami rekayasa rute.

Namun, berdasarkan update terbaru yang dirilis oleh berbagai sumber mengatakan bahwa proses evakuasi dilakukan selama 14 jam dan jalur rel berhasil dinormalisasi pada Selasa (7/4) pukul 05.30 WIB. Namun, tetap diberlakukan pembatasan kecepatan.

KAI sempat menyampaikan permohonan maaf melalui akun X resminya atas gangguan perjalanan akibat kejadian tersebut. KAI juga memberikan kompensasi kepada para penumpang yang mengalami keterlambatan berupa makanan dan minuman ringan hingga berat.

Lalu, bagaimana kronologi dari anjloknya kereta Bangunkarta ini?

Kronologi Kereta Bangunkarta Anjlok

Kereta Bangunkarta berangkat dari arah Jombang menuju Pasar Senen. Setibanya di Desa Talok atau sekitar 500 m sebelum Stasiun Bumiayu, pukul 14.15 WIB, mengalami kejadian anjlok.

Pascakejadian, banyak penumpang berhamburan keluar gerbong karena merasa panik dan barang-barang juga berjatuhan. Berdasarkan video yang beredar di media sosial, terlihat gerbong 1, 2, dan 3 miring ke kiri keluar dari jalur rel.

Dugaan sementara penyebab insiden tersebut karena rel mengalami patahan saat dilewati sehingga mengakibatkan gerbong yang tepat berada di posisi belakang lokomotif mengalami anjlok. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa akibat insiden tersebut.

Petugas pun langsung melakukan evakuasi cepat kepada para penumpang untuk meminimalkan risiko yang mungkin akan datang. Petugas juga mengamankan area dan mengatur rekayasa jalur untuk menghindari perjalanan kereta lain melintasi jalur tersebut.

Fakta-Fakta Insiden Kereta Bangunkarta Anjlok

Dari kejadian kereta anjlok tersebut, berikut ini fakta-fakta yang ditemukan.

1. Insiden Terjadi Mendekati Stasiun Bumiayu

Insiden tersebut terjadi ketika kereta Bangunkarta menuju ke arah Stasiun Bumiayu. Lokasi insiden terjadi di titik KM 312+1, di wesel 21A dan 21B emplasemen Stasiun Bumiayu.

2. Tiga Gerbong Mengalami Anjlok

Berdasarkan rekaman video yang tersebar di linimasa media sosial, terlihat gerbong 1, 2, dan 3 yang posisinya tepat berada di belakang lokomotif mengalami anjlok. Gerbong 2 terlihat mengalami anjlok yang cukup parah dengan kemiringan sekitar 70 derajat.

Terlihat juga boogie atau roda pada gerbong 2 terlepas dari badan gerbong.

3. Penumpang Mengalami Kepanikan

Penumpang merasakan adanya getaran dan benturan yang cukup keras, membuat situasi berubah menjadi menegangkan dan menimbulkan kepanikan. Para penumpang langsung berusaha menyelamatkan diri keluar dari gerbong dengan bantuan petugas.

4. Perjalanan Kereta Lain Mengalami Gangguan

Insiden tersebut mengakibatkan lumpuh total jalur selatan Jawa sehingga dilakukan perubahan pola perjalanan kereta lain. Beberapa kereta harus melakukan rekayasa perjalanan melalui jalur utara.

Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang mengatakan rute alternatif tersebut melalui Cirebon, Tegal, Semarang Tawang, Brumbung, Gundih, Solo. Begitu pun untuk arah sebaliknya.

5. Proses Penanganan hingga 14 jam

Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan bahwa proses evakuasi dilakukan selama kurang lebih 14 jam. 

“Jalur tersebut telah kembali dapat dilalui kereta api dini hari tadi setelah melalui proses evakuasi sarana dan perbaikan jalur selama kurang lebih 14 jam,” ujar Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, dikutip dari Antara, Selasa (7/4).

Proses penanganan dilakukan dengan dua fokus utama, yaitu evakuasi rangkaian kereta Bangunkarta dan normalisasi jalur agar dapat segera dilalui oleh kereta lain.