Periskop.id - Dunia sepak bola Asia Tenggara bersiap menyambut era baru dengan kehadiran turnamen yang didukung penuh oleh otoritas tertinggi sepak bola dunia.
Para pemenang edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026 diperkirakan akan menerima hadiah sebesar US$1 juta atau setara dengan S$1,28 juta dari badan sepak bola dunia tersebut.
Angka ini menjadi sorotan karena jumlahnya lebih dari tiga kali lipat dibandingkan hadiah sebesar US$300.000 yang diberikan Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) kepada Vietnam saat menjuarai ASEAN Championship 2024. Peningkatan signifikan ini menunjukkan keseriusan FIFA dalam menggarap potensi sepak bola di kawasan ini.
Lahirnya turnamen ini bermula pada 26 Oktober 2025, ketika Presiden FIFA Gianni Infantino mengumumkan peluncuran kompetisi untuk 11 tim Asia Tenggara di sela-sela KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur.
Lima bulan setelah pengumuman tersebut, FIFA menyatakan bahwa kompetisi resmi ini akan masuk dalam kalender internasional dan digelar mulai 21 September hingga 6 Oktober 2026.
Format Baru
Kejelasan tambahan mengenai struktur turnamen muncul dalam Kongres FIFA di Vancouver, Kanada, pada 30 April 2026. Berdasarkan materi yang dibagikan kepada negara peserta, FIFA mengonfirmasi spekulasi bahwa ASEAN Cup akan menggunakan format dua divisi dengan total 14 tim peserta.
Sebagaimana dilaporkan oleh The Straits Times pada Rabu (6/5), format yang diusulkan akan membagi delapan tim ke dalam dua grup di Divisi 1, sementara enam tim sisanya akan masuk ke dalam dua grup di Divisi 2.
Hal yang menarik, turnamen ini tidak hanya diikuti oleh negara anggota AFF, tetapi juga dikabarkan mengundang China dan India.
Pembagian tim di tiap divisi kemungkinan besar akan ditentukan berdasarkan peringkat dunia saat ini. Hal ini mengindikasikan bahwa sistem promosi dan degradasi kemungkinan tidak akan diterapkan dalam edisi perdana ini.
Berdasarkan posisi peringkat dunia saat ini, pembagian tim dalam turnamen ini akan dikelompokkan ke dalam dua kasta yang berbeda.
Divisi 1 diperkirakan akan diisi oleh tim-tim dengan peringkat tertinggi di kawasan dan undangan, yakni Thailand yang berada di posisi 93, diikuti oleh China (94), Vietnam (99), Indonesia (122), Filipina (135), India (136), Malaysia (138), dan Singapura (147).
Sementara itu, Divisi 2 akan menjadi panggung bagi tim-tim lainnya yang memiliki peringkat di bawahnya, yang meliputi Hong Kong (155), Myanmar (158), Kamboja (177), Laos (185), Brunei (193), serta Timor Leste yang berada di peringkat 200 dunia.
Indonesia Menjadi Tuan Rumah Divisi Utama
Kabar gembira bagi pecinta sepak bola tanah air adalah ditunjuknya Indonesia sebagai lokasi penyelenggaraan. Pertandingan salah satu grup di Divisi 1 akan digelar di Indonesia, sementara lokasi untuk grup lainnya masih dalam tahap pemastian. Di sisi lain, seluruh pertandingan Divisi 2 dijadwalkan berlangsung di Hong Kong.
Sistem kompetisi yang diusung juga tergolong unik. Setelah fase grup dengan sistem round-robin, turnamen tidak akan menggunakan babak semifinal. Juara dari masing-masing grup akan langsung berhadapan di partai puncak untuk menentukan juara divisi.
Sementara itu, tim yang menempati posisi runner-up grup akan bertanding memperebutkan posisi ketiga dan keempat. Dengan skema ini, setiap tim peserta akan memainkan dua hingga empat pertandingan sepanjang turnamen.
Skema Bonus dan Dana Partisipasi
FIFA juga memastikan bahwa turnamen ini akan memberikan dampak ekonomi positif bagi setiap federasi nasional. Setiap tim yang berpartisipasi dijamin menerima biaya keikutsertaan sebesar US$125.000.
Selain itu, para peserta juga berpeluang mendapatkan bonus tambahan untuk setiap kemenangan atau hasil imbang yang diraih.
Juara Divisi 1 akan membawa pulang hadiah utama sebesar US$1 juta, sedangkan juara Divisi 2 akan mendapatkan US$300.000. Jika ditotalkan dengan hadiah untuk peringkat kedua dan ketiga, FIFA diperkirakan menggelontorkan dana hadiah yang melampaui US$4 juta.
FIFA dijadwalkan akan meresmikan ASEAN Cup ini secara penuh dan merilis detail teknis lebih lanjut sebelum tanggal 1 Juni mendatang.
Tinggalkan Komentar
Komentar