periskop.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, Selasa pukul 10.27 WIB. Guncangan berpusat di darat dan dipastikan tidak berpotensi memicu tsunami.
Episentrum gempa terletak pada koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur. Posisi itu berada sekitar 42 kilometer ke arah tenggara Kota Palu.
"Gempa bumi tersebut berkategori dangkal dengan kedalaman pusat gempa mencapai 10 kilometer, namun hasil pemodelan matematis menunjukkan aktivitas seismik ini tidak berpotensi memicu terjadinya tsunami," sebut BMKG dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Tiga menit setelah guncangan utama berlalu, aktivitas seismik lanjutan langsung terdeteksi di kawasan sekitarnya.
Lembaga pemantau geologi internasional United States Geological Survey (USGS) mencatat gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,2 tak lama berselang. Kedalaman gempa susulan itu identik dengan gempa utama, yakni 10 kilometer.
Pusat gempa susulan tersebut berada di 44 kilometer arah timur tenggara Palu, sedikit bergeser dari titik episentrum guncangan pertama.
Hingga berita ini diturunkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat belum merilis laporan resmi terkait dampak guncangan tersebut. Informasi mengenai kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa belum dapat dikonfirmasi.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang pascagempa. Warga diminta tidak panik dan menghindari bangunan yang tampak retak atau rusak akibat getaran.
Kewaspadaan terhadap gempa susulan juga ditekankan kepada warga di sekitar wilayah terdampak. Rangkaian aktivitas seismik lanjutan disebut BMKG masih berpotensi terjadi sewaktu-waktu.
Masyarakat dianjurkan memantau informasi resmi dari BMKG secara berkala dan mengikuti arahan petugas di lapangan selama kondisi belum sepenuhnya kondusif.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar