periskop.id - Pasar kei car listrik di Jepang kembali bergairah dengan hadirnya BYD Racco, sebuah EV kompak yang resmi memperlihatkan interiornya menjelang peluncuran. Mobil mungil ini diposisikan sebagai kendaraan perkotaan dengan harga terjangkau, sekitar 2,5 juta yen atau Rp275 juta, menjadikannya salah satu opsi paling kompetitif di segmen kendaraan listrik ringan.

Melansir Antara, Rabu (18/2), Racco mengadopsi arsitektur khas kei car dengan tuas persneling di konsol tengah pendek dan kursi depan yang berdekatan, memaksimalkan ruang kabin yang terbatas. Sebuah layar sentuh mengambang berpadu dengan panel instrumen LCD, sementara kontrol iklim tetap mengandalkan tombol fisik agar praktis digunakan.

Konsol tengah menyediakan ruang penyimpanan atas dan laci, ditambah kompartemen di terowongan tengah. Port pengisian daya lengkap tersedia: 12V, USB, dan Type-C, mendukung kebutuhan perangkat modern. 

Kursi depan dilapisi kulit sintetis putih dengan fitur pemanas, serta setir tiga palang berfungsi ganda. Detail kecil seperti tempat kacamata di sisi pengemudi menambah kenyamanan.

Interior BYD Racco. Dok. BYD

Seperti kei car pada umumnya, Racco memiliki kaca depan tinggi untuk visibilitas maksimal. Pintu geser di kedua sisi belakang menjadi nilai tambah bagi akses kabin, terutama di area parkir sempit perkotaan. Baris kedua menawarkan dua kursi dengan sandaran kepala yang dapat disesuaikan, meski belum ditampilkan resmi.

Dimensi Racco tercatat 3395 x 1475 x 1800 mm, sesuai regulasi kei car Jepang. Motor listrik tunggal di poros depan menghasilkan 20 kW (27 hp), cukup untuk kebutuhan mobilitas harian. 

Baterai LFP buatan FinDreams (anak perusahaan BYD) memberikan jangkauan WLTC 180 km, dengan dukungan pengisian cepat DC hingga 100 kW—fitur yang jarang ditemui di kelas kei car.

Peluncuran Racco dijadwalkan pada musim panas atau gugur tahun ini. Kehadirannya akan bersaing dengan pemain mapan seperti Honda N-Box, yang tahun lalu mencatat penjualan lebih dari 1,6 juta unit di segmen kei car. 

Dengan harga kompetitif dan teknologi pengisian cepat, BYD Racco berpotensi menjadi alternatif menarik bagi konsumen Jepang yang mencari EV mungil dengan efisiensi tinggi.

Rasanya penasaran jika BYD bisa memberikan versi alternatifnya di Indonesia, mengingat segmen mobil listrik terus menunjukkan pertumbuhan menggiurkan.

Berdasarkan laporan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik berbasis baterai (BEV) di tahun 2025 mencapai 103.931 unit, melonjak 141% dibandingkan tahun 2024 yang hanya sekitar 43.188 unit.