periskop.id - Waralaba film James Bond akan menjadikan mobil listrik asal Tiongkok, BYD Denza Z9 GT, sebagai salah satu mobil yang digunakan dalam film terbaru. Langkah ini menandai sejarah baru, sebab selama puluhan tahun Bond identik dengan merek klasik Eropa seperti Aston Martin, Bentley, BMW, hingga Lotus.

Menurut laporan Arena EV, kehadiran Denza Z9 GT nantinya bukan hanya sekadar pemanis layar. Mobil ini sekaligus menjadi strategi BYD untuk memperluas pasar global, terutama di Eropa, di mana peluncuran resmi Denza Z9 GT juga akan dijadwalkan dalam waktu dekat.

Denza Z9 GT dibekali tiga motor listrik dengan total tenaga mencapai 960 hp, sanggup melesat dari 0–100 km/jam dalam waktu kurang dari tiga detik. Jarak tempuhnya diklaim mencapai 800 km, berkat baterai Blade Battery 2.0 berkapasitas 122 kWh. 

Teknologi pengisian cepat memungkinkan pengisian dari 10% ke 70% hanya dalam lima menit, sementara pengisian penuh selesai sekitar 14 menit.

Dengan performa tinggi dan desain futuristis, Denza Z9 GT dinilai cocok dengan karakter James Bond yang lekat dengan teknologi mutakhir. 

“Kehadiran Denza Z9 GT menjadi simbol transformasi industri otomotif, sekaligus memperlihatkan bagaimana film blockbuster ikut mengangkat citra kendaraan listrik,” tulis Arena EV.

Langkah BYD ini juga mencerminkan tren global. Data International Energy Agency (IEA) menunjukkan penjualan mobil listrik di Eropa tumbuh lebih dari 15% pada 2025, dengan Jerman dan Inggris sebagai pasar terbesar. 

Kehadiran Denza Z9 GT di film Bond bisa menjadi game changer penting sisi marketing bagi BYD untuk menantang dominasi Tesla dan merek Eropa di segmen premium.

Tak hanya soal mobil, film terbaru James Bond juga dikabarkan akan menghadirkan kolaborasi musik menarik. Noel Gallagher, mantan gitaris Oasis, menanggapi rumor bahwa band legendaris itu akan mengisi lagu tema Bond berikutnya.