Periskop.id – Pembalap muda Indonesia Kiandra Ramadhipa membidik podium sekaligus peluang merebut puncak klasemen Moto3 Junior World Championship 2026 pada seri Prancis di Circuit de Nevers Magny-Cours, 24–26 Juli 2026.

Ramadhipa datang ke putaran keempat dengan menempati peringkat keempat klasemen sementara. Pembalap Honda Asia-Dream Racing Junior Team itu mengoleksi 60 poin, hanya tertinggal sembilan angka dari tiga pembalap teratas yang sama-sama mengantongi 69 poin. Klasemen resmi MotoJunior juga menempatkan Ramadhipa di posisi keempat menjelang putaran Magny-Cours.

Persaingan ketat tersebut membuat seri Prancis menjadi kesempatan penting bagi Ramadhipa untuk memangkas jarak sebelum kejuaraan memasuki jeda musim panas.

"Saya memiliki kenangan yang sangat baik di Magny-Cours tahun lalu dan saya sangat menyukai karakter sirkuit itu. Saya ingin memanfaatkan modal positif tersebut untuk kembali tampil kompetitif," kata Ramadhipa dalam keterangan resmi, Kamis (23/7).

Punya Kenangan Manis di Magny-Cours

Magny-Cours bukan sirkuit asing bagi pembalap asal Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tersebut. Pada Juli 2025, Ramadhipa meraih kemenangan pertamanya di European Talent Cup di lintasan yang sama.

Kemenangan tersebut turut mencatatkan sejarah karena menjadi podium tertinggi pertama pembalap Indonesia di European Talent Cup. Ramadhipa memenangi balapan pertama dan kemudian finis keempat pada balapan kedua seri Magny-Cours.

Catatan itu menjadi modal tambahan ketika ia kembali ke Prancis dengan motor dan tingkat persaingan berbeda. Setelah naik kelas pada musim 2026, Ramadhipa kini mengendarai Honda NSF250RW dalam Moto3 Junior World Championship, salah satu jenjang pembinaan menuju Kejuaraan Dunia Moto3.

Sepanjang musim ini, Ramadhipa telah menunjukkan kemampuan bersaing di kelompok depan. Ia meraih podium pada putaran pembuka di Catalunya dan mencatat kemenangan di Estoril, Portugal, sebelum membawa pulang sembilan poin dari seri Jerez. Hasil tersebut membuatnya tetap berada dalam persaingan perebutan gelar.

Fokus Cari Setelan Terbaik

Ramadhipa menyadari kenangan kemenangan tahun lalu tidak otomatis menjamin hasil serupa. Ia dan tim masih harus menemukan pengaturan motor yang sesuai sejak sesi latihan agar dapat memperoleh posisi start kompetitif.

"Saat ini, tim sedang berada dalam momentum yang baik, sehingga saya berharap bisa menemukan setelan motor terbaik untuk kualifikasi dan balapan," ungkap Ramadhipa.

Setelan motor akan menjadi faktor penting karena karakter Magny-Cours memadukan zona pengereman keras, pergantian arah, serta rangkaian tikungan yang membutuhkan kestabilan motor. Kesalahan kecil saat kualifikasi berpotensi membuat pembalap terjebak dalam kelompok padat ketika balapan.

FIM MotoJunior menyebut persaingan kelas Moto3 Junior musim ini berlangsung terbuka. Setelah lima balapan, kelas tersebut telah menghasilkan tiga pemenang berbeda, memperlihatkan belum adanya satu pembalap yang benar-benar mendominasi. Putaran Magny-Cours pun menjadi salah satu seri penting sebelum kompetisi berlanjut setelah jeda musim panas.

Bagi Ramadhipa, hasil maksimal di Prancis tidak hanya berpeluang memperbaiki posisi klasemen, tetapi juga menjaga momentum menuju paruh kedua musim. Dengan selisih hanya sembilan poin dari puncak, kemenangan atau podium dapat membawanya semakin dekat ke target memperebutkan gelar Moto3 Junior World Championship 2026.