Periskop.id - Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, tampil impresif pada balapan Moto3 GP Ceko 2026 di Sirkuit Masaryk, Brno, Republik Ceko, Minggu. Memulai balapan dari posisi ke-20, rider Honda Team Asia itu mampu merangsek hingga finis kelima.

Hasil ini menjadi salah satu penampilan terbaik Veda pada musim debutnya di Moto3 2026. Ia tidak hanya masuk zona poin, tetapi juga menunjukkan kemampuan bertarung di grup depan setelah harus memulai lomba dari barisan belakang.

Advertisement

Veda mengakhiri balapan di posisi kelima dengan selisih 0,900 detik dari pemenang balapan, Hakim Danish. Pembalap Malaysia itu mencatat waktu 33 menit 34,264 detik dan meraih kemenangan perdananya di kelas Moto3.

Balapan di Brno berlangsung ketat sejak awal. Meski start dari posisi ke-20, Veda langsung tampil agresif. Pada lap pertama, ia sudah naik ke posisi kesembilan. Satu lap kemudian, ia kembali memperbaiki posisi dan menembus urutan ketujuh.

Pergerakan cepat Veda membuatnya masuk dalam kelompok pembalap depan. Pada lap kelima, pembalap asal Gunungkidul itu bahkan sempat berada di posisi keempat. Namun, posisi tersebut belum aman karena persaingan di barisan depan sangat rapat.

Veda kemudian turun ke posisi keenam setelah disalip Alvaro Carpe dan David Almansa. Meski begitu, ia tetap menjaga ritme balap dan tidak kehilangan kontak terlalu jauh dari rombongan utama.

Memasuki fase akhir, Veda kembali menekan. Pada lap ke-15, ia sukses melewati Carpe dan Almansa untuk kembali naik ke posisi keempat. Akan tetapi, sengitnya duel menjelang finis membuat posisi kembali berubah.

Pada akhirnya, Veda menyelesaikan balapan di posisi kelima setelah memenangi duel finis membuat posisi kembali berubah. Beda tipis dengan Alvaro Carpe di trek lurus menjelang garis finis. Veda hanya unggul 0,006 detik atas Carpe yang finis keenam.

Peringkat Keenam, 82 Poin

Tambahan 11 poin dari hasil finis kelima membuat Veda kini mengoleksi 82 poin di klasemen sementara Moto3 2026. Posisi Veda tidak berubah, tetap berada di peringkat keenam, terpaut 104 poin dari pemuncak klasemen Maximo Quiles.

Meski belum mampu menembus podium, hasil di Brno tetap bernilai besar. Veda menunjukkan bahwa hukuman mundur grid tidak membuat peluangnya habis. Ia mampu membalik situasi, menjaga ketenangan, dan bertarung melawan pembalap-pembalap papan atas Moto3.

Sebelum balapan, Veda sebenarnya mencatat hasil kualifikasi yang cukup baik. Ia masuk sesi Q2 dan berada di posisi delapan. Namun, ia harus mundur di grid karena terkena penalti 12 posisi bersama sejumlah pembalap lain yang dinilai melaju terlalu lambat pada sesi kualifikasi.

Kondisi itu membuat Veda harus memulai lomba dari posisi ke-20. Dalam balapan kelas Moto3 yang biasanya sangat rapat, start dari posisi belakang merupakan tantangan besar. Kesalahan kecil bisa membuat pembalap tertahan di rombongan tengah atau kehilangan momentum sejak awal.

Namun, Veda justru mampu memanfaatkan lap-lap awal dengan baik. Ia agresif, tetapi tetap cukup bersih dalam menyalip. Performa ini memperlihatkan progres penting dalam musim pertamanya di Kejuaraan Dunia Moto3.

Kemenangan di Brno menjadi milik Hakim Danish. Pembalap AEON Credit-MT Helmets-MSI itu meraih kemenangan pertama di Moto3 setelah memanfaatkan duel ketat antara Brian Uriarte dan Maximo Quiles pada lap terakhir.

Uriarte finis kedua dengan selisih 0,466 detik, sedangkan Quiles harus puas di posisi ketiga dengan jarak 0,629 detik dari Danish. David Almansa menempati posisi keempat, disusul Veda di urutan kelima dan Carpe di posisi keenam.

 

Veda Ega Pratama , Moto3
Pembalap Indonesia yang memperkuat Honda Team Asia, Veda Ega Pratama (kiri), beraksi di balapan Moto3 GP Spanyol 2026 di Sirkuit Jerez, Cadiz, Minggu (26/4/2026). dok. honda.racing

 

Meski hanya finis ketiga, Quiles tetap memimpin klasemen Moto3 2026 dengan keunggulan besar. Ia kini unggul 65 poin atas Alvaro Carpe. Brian Uriarte naik ke posisi ketiga, sementara Marco Morelli turun ke posisi kelima dan hanya unggul empat poin dari Veda.

Bagi Veda, persaingan di klasemen masih terbuka, terutama untuk menembus lima besar. Selisih tipis dengan Morelli menjadi modal penting menjelang seri berikutnya di Belanda.

Veda sendiri datang ke Moto3 2026 dengan status salah satu rookie yang paling disorot. Sebelum naik ke kejuaraan dunia, ia menjuarai Asia Talent Cup 2023 dan menjadi runner-up Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025. Performa itu membuat Honda Team Asia mengontraknya untuk debut semusim penuh di Moto3.

Sejak awal musim, Veda tidak menyembunyikan targetnya sebagai rookie. Ia ingin bersaing untuk gelar Rookie of the Year, meski sadar harus banyak belajar karena menghadapi tim, mekanik, motor, dan level persaingan yang baru.

"Kalau target bismillah bisa Rookie of the Year, tapi saya juga sekalian belajar karena tim baru, mekanik baru, semuanya baru," kata Veda usai bertemu Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X di Kepatihan, Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

Veda juga pernah menyebut persiapannya menuju Moto3 tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga fisik dan mental. Menurut dia, kelas Moto3 menuntut adaptasi lebih besar dibandingkan level sebelumnya.

"Persiapannya ya latihan fisik, latihan motor seperti biasa, dan mungkin latihan mental," ujar pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta ini.

Belum Selalu Konsisten

Musim debut Veda sejauh ini memang berisi banyak momen penting. Pada seri pembuka di Thailand, ia langsung finis kelima. Di Brasil, ia mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang naik podium Grand Prix setelah finis ketiga.

Saat itu, Veda menyebut podium Brasil sebagai pencapaian terbesar dalam kariernya.

"Luar biasa. Saya sempat kesulitan sebelum bendera merah dikibarkan, tetapi ini menjadi pencapaian terbesar saya sejauh ini," kata Veda dalam wawancara MotoGP setelah balapan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada publik Indonesia yang terus memberi dukungan.

"Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia, sponsor, serta keluarga yang menyaksikan dari Indonesia. Ini sungguh luar biasa," ujarnya.

 

Veda Ega Pratama: Profil, Podium Moto3 Brasil 2026, dan Sejarah Baru Indonesia
Veda Ega Pratama cetak sejarah sebagai orang Indonesia pertama yang menginjak podium Moto3. Dok. MotoGP

 

Hasil di Brno menambah daftar penampilan solid Veda pada musim debutnya. Ia memang belum selalu konsisten di setiap seri, tetapi kemampuan bangkit dari posisi start sulit menjadi tanda positif.

Sebelumnya, Veda juga sempat mengalami tantangan di GP Hungaria ketika terkena long lap penalty. Ia kemudian menjelaskan, insiden tersebut menjadi pelajaran penting dalam membaca situasi di lintasan.

“Jadi saat Q2, saya memang mau masuk ke pit lane. Di lap itu saya out melebar ke gravel, terus saya coba balik lagi ke sirkuit,” ujar Veda.

“Saya kira biasanya pertengahan sesi rata-rata pada ganti ban. Saya kira mereka juga lagi pelan, jadi tidak begitu mengganggu. Terus di tikungan selanjutnya ternyata salah satu dari dua pembalap itu ada yang lagi kencang dan saya tidak mengetahuinya,” kata Veda.

Pengalaman seperti itu tampaknya menjadi bagian dari proses adaptasi Veda di Moto3. Pada balapan Ceko, ia tampil lebih matang dalam membaca ruang, menahan tekanan, dan menjaga posisi hingga garis finis.

Seri berikutnya akan berlangsung di TT Circuit Assen, Belanda, pada 26–28 Juni 2026. Dengan jarak hanya empat poin dari Marco Morelli, Veda punya peluang untuk kembali mendekati lima besar klasemen jika mampu menjaga konsistensi.

Bagi Indonesia, hasil finis kelima di Brno kembali memperlihatkan, Veda bukan hanya hadir sebagai peserta di Moto3. Ia sudah mampu bersaing di rombongan depan, mencetak poin penting, dan menjadi salah satu rookie yang patut diperhitungkan.

Comeback dari P20 ke P5 di Brno menjadi pesan kuat dari Veda. Start buruk atau hukuman grid tidak selalu menentukan akhir balapan. Dengan keberanian, ritme yang tepat, dan ketenangan di lap-lap krusial, Veda tetap bisa membawa nama Indonesia ke papan atas Moto3.