iklan periskop
Pariwisata

Ditegur Pejabat Korea “Bali So Dirty”, Prabowo Semprot Kepala Daerah

Presiden Prabowo menegur keras kepala daerah di Bali usai pejabat Korea Selatan menyebut Pulau Dewata kini kotor. Masalah sampah dinilai mencoreng pariwisata.

6 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Prabowo Subianto, Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimatnya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev
Ukuran teks
Sedang

periskop.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melayangkan teguran keras kepada para kepala daerah, khususnya di Bali, terkait penanganan sampah yang dinilai buruk dan mencoreng citra pariwisata nasional di mata dunia internasional.

“Dia ngomong ke saya, dia bilang, your excellency, I just came from Bali. Oh Bali so dirty now, Bali not nice,” ungkap Prabowo menirukan ucapan pejabat Korea Selatan tersebut dalam Taklimat Rakornas di Sentul, Senin (2/2).

Prabowo menjelaskan momen kurang mengenakkan tersebut terjadi saat ia berkunjung ke Negeri Ginseng. Kritik jujur itu datang langsung dari tokoh militer dan pejabat tinggi setempat yang baru saja berlibur ke Pulau Dewata.

Mantan Danjen Kopassus itu mengingatkan bahwa pariwisata adalah sektor vital bagi ekonomi negara. Bidang ini mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dengan biaya penciptaan lapangan kerja yang relatif lebih murah dibanding sektor lain.

Namun, potensi ekonomi tersebut terancam sirna jika masalah kebersihan diabaikan. Turis asing dinilai tidak akan sudi menghabiskan uang mereka hanya untuk melihat tumpukan limbah di destinasi wisata.

“Pariwisata menyerap lapangan kerja paling banyak, menyiapkannya juga paling cepat. Tapi saya mau menggugah, apakah turis mau datang melihat sampah? Indonesia indah, tapi dia mau datang lihat kumuh?” tanyanya retoris.

Secara spesifik, Kepala Negara menyoroti kondisi pantai-pantai di Bali yang dipenuhi sampah, terutama pada periode liburan Desember 2025 lalu. Ia mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga aset negara tersebut.

Prabowo mendesak para bupati dan wali kota untuk lebih aktif menggunakan wewenangnya. Kepala daerah diminta memobilisasi sekolah, aparat keamanan, hingga birokrasi untuk turun langsung membersihkan ruang publik.

“Ini pantai kita, ini halaman kita. Bagaimana turis mau datang kalau yang dilihat sampah,” tegasnya.

Tak main-main, Presiden menegaskan akan mengambil alih komando jika pemimpin daerah dinilai pasif. Ia siap memerintahkan TNI, Polri, kementerian, hingga BUMN untuk melakukan kerja bakti atau korve secara rutin guna mengatasi krisis sampah ini.

Instruksi khusus juga diberikan kepada seluruh instansi pemerintah pusat maupun daerah. Pegawai diminta menyisihkan waktu di pagi hari untuk membersihkan lingkungan kantor sebagai simbol keteladanan bagi masyarakat luas.

“Sebelum masuk kantor, minimal setengah jam bersihkan lingkunganmu. Semua kantor harus menyatakan perang terhadap sampah,” pungkas Prabowo.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai bali, Prabowo Subianto, dan Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.