periskop.id - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) atau Antam, menandatangani Framework Agreement dengan PT Industri Baterai Indonesia (IBI) dan HYD Investment Limited. Kerja sama ini ditujukan untuk pengembangan hilirisasi nikel sebagai bagian dari ekosistem baterai terintegrasi di Indonesia.
Corporate Secretary Aneka Tambang Tbk Wisnu Danandi Haryanto menjelaskan, kerangka kerja sama ini mengatur prinsip-prinsip utama kolaborasi. Mulai dari ruang lingkup pengembangan proyek, tata kelola kerja sama, tahapan pengembangan, hingga kerangka teknis dan finansial
Seluruh aspek tersebut akan dikaji lebih mendalam melalui studi kelayakan bersama atau joint feasibility study.
“Framework Agreement ini merupakan kerangka awal kerja sama. Implementasi selanjutnya akan dilakukan setelah terpenuhinya seluruh kondisi prasyarat pendahuluan serta melalui perundingan dan penandatanganan perjanjian-perjanjian definitif,” tulis Wisnu dalam keterbukaan informasi Bursa, Senin (2/2).
Wisnu mengatakan, hingga saat ini perjanjian tersebut belum berlaku efektif. Kerja sama akan berjalan secara resmi setelah seluruh persyaratan yang tercantum dalam Framework Agreement dipenuhi oleh para pihak.
Meski masih berada pada tahap awal, Wisnu memastikan rencana kerja sama ini tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, aspek hukum, maupun kelangsungan usaha perseroan. Sebaliknya, inisiatif ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Antam dalam rantai nilai industri baterai nasional.
Melalui pengembangan hilirisasi nikel yang terintegrasi, Antam berharap dapat mengambil peran lebih besar dalam ekosistem kendaraan listrik dan industri baterai, sekaligus mendukung agenda hilirisasi mineral yang tengah didorong pemerintah. Kolaborasi dengan PT IBI dan HYD dinilai membuka peluang sinergi teknologi, pendanaan, serta penguatan daya saing industri nikel Indonesia di tingkat global.
Tinggalkan Komentar
Komentar