periskop.id – Anggota Komisi X DPR RI Agung Widiyantoro membantah keras narasi pesimistis yang menyebut kondisi ekonomi masyarakat sedang memburuk. Ia menegaskan serangkaian kebijakan pemerintah di sektor pendidikan dan perlindungan sosial justru membuktikan kehadiran negara dalam menjawab masalah fundamental rakyat.
“Kalau Pak Tan tadi bilang ekonomi Indonesia tidak baik-baik saja, saya malah sebaliknya. Kebijakan Presiden justru menjawab persoalan-persoalan konkret yang dihadapi masyarakat,” kata Agung dalam rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Selasa (3/2).
Politisi Fraksi Golkar ini menilai langkah strategis pemerintah saat ini sudah berjalan di koridor yang tepat atau on the track. Berbagai isu krusial yang menjadi kecemasan publik telah direspons dengan program-program taktis.
Agung memberikan contoh konkret mengenai penanganan masalah kesehatan dan pendidikan. Program makan bergizi gratis dan perluasan akses sekolah dinilai sebagai bukti nyata intervensi negara untuk menyelamatkan masa depan bangsa.
“Persoalan stunting dijawab dengan kebijakan makan bergizi gratis. Persoalan angka putus sekolah dan partisipasi sekolah dijawab dengan sekolah rakyat, beasiswa, PIP, termasuk Sekolah Garuda. Ini sudah on the track menurut saya dalam hal kebijakan pendidikannya,” katanya.
Alih-alih meragukan arah besar kebijakan, Agung menekankan pentingnya penguatan sosialisasi. Publik dinilai perlu mengetahui secara utuh berbagai manfaat yang ditawarkan negara agar program-program tersebut tidak sia-sia.
Legislator ini mendorong kementerian terkait untuk melibatkan DPR dalam penyebaran informasi. Kolaborasi ini diperlukan agar masyarakat di tingkat bawah benar-benar memahami fasilitas yang telah disediakan pemerintah.
“Kebijakan-kebijakan ongoing ini perlu disosialisasikan. Kami berharap kebijakan yang belum dimengerti masyarakat bisa disampaikan bersama-sama, agar publik tahu apa saja yang sedang dan sudah dikerjakan pemerintah,” ujarnya.
Selain isu kebijakan makro, sorotan tajam juga diarahkan pada kualitas penelitian di perguruan tinggi. Agung meminta riset para dosen tidak lagi sekadar mengejar idealisme akademis semata tanpa dampak nyata bagi masyarakat sekitar.
Ia mendorong penguatan riset tematik yang menyasar solusi atas masalah riil di lapangan. Topik-topik seperti penanggulangan kemiskinan ekstrem dan stunting harus menjadi prioritas penelitian.
“Kami berharap kualitas penelitian dosen tidak hanya berbasis idealisme masing-masing, tetapi diperbanyak penelitian berbasis lokal dan tematik yang benar-benar menyelesaikan persoalan di daerah,” tegasnya.
Pemerintah saat ini juga tengah gencar mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Upaya tersebut mencakup program beasiswa dalam dan luar negeri, penguatan riset dosen, serta kerja sama internasional di bidang sains.
Agung kembali mengingatkan agar semua pihak melihat situasi ekonomi dan kebijakan pemerintah secara proporsional. Optimisme perlu dibangun dengan mengawal implementasi program yang sudah ada.
“Langkah-langkah Presiden sudah on the track. Yang perlu dilakukan sekarang adalah meningkatkan dan mengoptimalkan kebijakan yang sudah ada, bukan justru meragukan arah besarnya,” pungkasnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar