periskop.id - PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) terus mempercepat transformasi sebagai bank digital dengan mengandalkan model bisnis digital-first yang terintegrasi dalam ekosistem Grab dan OVO.

Presiden Direktur PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) Tigor M. Siahaan mengatakan, strategi ini menjadi kunci perusahaan dalam menjangkau jutaan masyarakat Indonesia dengan menghadirkan layanan perbankan langsung di platform digital yang telah digunakan sehari-hari

“Pendekatan ini dinilai mampu menyederhanakan pengalaman perbankan sekaligus mendorong adopsi yang lebih cepat,” ucap Tigor dalam konferensi pers di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (17/11).

Tigor menuturkan, sejak dimulai pada 2024, Superbank menjadi bank dengan layanan digital pertama di Indonesia yang memungkinkan pengguna dan mitra Grab membuka rekening, menabung, serta menggunakan rekening sebagai metode pembayaran langsung di aplikasi Grab tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.

Memasuki 2025, Superbank melanjutkan inovasi melalui peluncuran OVO Nabung by Superbank. Produk tabungan berbentuk e-wallet ini memungkinkan pengguna OVO menabung secara instan dan aman langsung dari aplikasi, dengan bunga hingga 5% per tahun. Superbank juga menghadirkan Kartu Untung, produk tabungan berbasis gamifikasi hasil kolaborasi dengan KakaoBank, guna meningkatkan engagement dan kebiasaan menabung nasabah.

Strategi berbasis ekosistem tersebut menunjukkan hasil signifikan dengan telah melayani lebih dari 5 juta nasabah. Sepanjang kuartal III 2025, rata-rata jumlah transaksi harian tumbuh lebih dari 40% dibandingkan periode sebelumnya, dengan volume transaksi melampaui 1 juta transaksi per hari.

Ke depan, Superbank akan terus memperkuat sinergi dalam ekosistem digital Grab–OVO dan Emtek di Indonesia, didukung pemegang saham strategis seperti Singtel, KakaoBank, dan GXS

“Kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat posisi Superbank dalam menghadirkan layanan keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia,” tutup Tigor.