periskop.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap Bank Jakarta segera mempersiapkan diri untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Langkah ini dianggap krusial untuk memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap bank daerah.

Menurutnya, IPO akan membawa Bank Jakarta ke arah yang lebih sehat, profesional, dan bebas dari ketergantungan pada individu atau intervensi kepala daerah. Selain itu, Bank Jakarta akan mampu mengelola bisnis secara lebih profesional, transparan, dan berkelanjutan.

“Salah satu hal yang saya pesankan adalah saya betul-betul berkeinginan Bank Jakarta mempersiapkan diri untuk bisa IPO,” kata Pramono dalam sambutannya saat menghadiri peluncuran Kartu Debit Visa Bank Jakarta di Lippo Mall Kemang, dikutip Selasa (6/1).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo menyampaikan persiapan IPO saat ini tengah berjalan, termasuk soal pembenahan fundamental perusahaan. Agus menyebut bahwa Pramono memberikan target awal pada 2027.

“Kami sekarang sedang persiapan. Mudah-mudahan di awal 2027,” kata Agus.

Agus menjelaskan, langkah menuju IPO tersebut dibarengi dengan transformasi menyeluruh yang berfokus pada penguatan transaksi, relevansi layanan, dan pengalaman nasabah. Salah satu upayanya yakni Peluncuran kartu debit Visa.

“Peluncuran kartu debit Visa ini bukan sekadar peluncuran produk, tetapi menjadi milestone penting dalam perjalanan transformasi Bank Jakarta. Lewat kartu ini, kami menegaskan arah Bank Jakarta sebagai bank yang semakin modern, kompetitif, dan terhubung secara global,” ujar Agus.

Agus menambahkan penguatan transaksi menjadi fondasi utama untuk membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah dan menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. Kartu debit ini diharapkan menjadi sarana penting dalam mewujudkan visi tersebut.

Dengan hadirnya Kartu Debit Visa, nasabah Bank Jakarta kini dapat melakukan transaksi dengan aman dan nyaman, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu, kartu ini membuka peluang bagi bank untuk memanfaatkan data secara lebih cerdas dan strategis.

"Kartu debit Visa juga merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem keuangan Jakarta yang inklusif, modern, dan berkelanjutan, sekaligus menegaskan arah Bank Jakarta menuju bank profesional yang siap IPO," pungkas Agus.