periskop.id - Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menargetkan 50 perusahaan tercatat baru melalui pencatatan umum perdana saham (initial public offering/IPO). Dari jumlah tersebut, 6 di antaranya berasal dari perusahaan mercusuarr dengan kapitalisasi jumbo alias lighthouse.
Iman menuturkan, target ini disusun berdasarkan sejumlah asumsi makroekonomi dan tren pasar global. Termasuk proyeksi rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) sebesar Rp15 triliun serta total pencatatan efek mencapai 505 instrumen.
"Untuk tahun 2026, kami menargetkan 50 saham baru. Kami juga terus mengupayakan berbagai kanal distribusi informasi agar jumlah investor meningkat, dengan target tambahan 2 juta investor baru," ujar Iman saat agenda Pembukaan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jumat (2/1).
Meski fokus BEI tetap pada emiten-emiten besar, Iman menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan resmi terkait kemungkinan IPO Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Lighthouse enam (emiten). Iya (dari konglomerat),” imbuh Iman.
Sebelumnya, Direktur Utama BEI Iman Rachman menjelaskan total perusahaan tercatat di BEI saat ini per akhir tahun lalu mencapai 956. Total dana yang dihimpun dari IPO hampir menyentuh Rp300 triliun.
“Walaupun secara IPO target 45, IPO kita tercapai hanya 26. Tetapi fundraise-nya meningkat menjadi Rp18 triliun dibandingkan tahun lalu,” kata Iman dalam konferensi pers di Gedung Bursa, Selasa (30/12).
Pada 2025, Bursa menargetkan 45 perusahaan melakukan IPO. Jumlah itu turun dari target awal tahun sebanyak 66 perusahan IPO di tahun ini.
Selain IPO, target perusahaan mercusuar (lighthouse) yang awalnya ditetapkan sebanyak 5 perusahaan, berhasil tercapai 6 perusahaan. Dengan pencapaian ini, BEI menilai sisi suplai dan permintaan pasar tetap kuat.
Tinggalkan Komentar
Komentar