periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Selasa 6 Januari 2025 diperkirakan melanjutkan penguatan. Secara teknikal, indikator MACD membentuk Golden Cross seiring dengan penguatan Stochastic RSI di area pivot.

“Hal tersebut juga ditopang oleh kenaikan volume beli. Sehingga diperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menguji level 8900, sebelum menuju level psikologis 9000,” ulast Tim Riset Phintraco Sekuritas, Selasa (6/1).

Beberapa saham pilihan yang bisa dipertimbangkan untuk perdagangan hari ini, antara lain EXCL, TLKM, ASII, TINS dan DOID.

Sebelumnya, IHSG ditutup menguat di level 8,859.19 atau naik 1,27% pada perdagangan Senin (5/1), yang merupakan level tertinggi baru. Sektor basic material membukukan kenaikan terbesar, seiring dengan kenaikan mayoritas harga komoditas logam.

Serangan AS terhadap Venezuela  tidak terlalu direspon negatif oleh pasar, namun mendorong kenaikan harga mayoritas komoditas logam. Sementara itu saham-saham sektor asuransi menguat di tengah sentimen batas pemenuhan ketentuan modal minimum perusahaan asuransi tahap I yang akan mulai diberlakukan 31 Desember 2026, sesuai POJK no. 23 tahun 2023. 

Mayoritas indeks di bursa Asia ditutup menguat (5/1). Namun Rupiah ditutup melemah pada level Rp16,740/US$ di pasar spot (5/1), seiring dengan mayoritas mata uang di Asia yang cenderung melemah.

Dari domestik, dirilis data inflasi dan neraca perdagangan (5/1). Inflasi Indonesia tercatat sebesar 2,92% YoY di Desember 2025, naik dari 2,72% YoY di November 2025. Laju inflasi pada Desember 2025 ini merupakan level tertinggi sejak April 2024, namun masih dalam kisaran target BI di 1,5%-3,5%. 

Surplus neraca perdagangan bulan November 2025 berkurang menjadi US$2,66 miliar dari US$4,34 miliar di November 2024, karena turunnya ekspor sebesar 6,6% YoY dan impor naik 0,46% YoY.