Periskop.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyediakan ekosistem layanan keuangan untuk mendukung penguatan Sekolah Rakyat. Direktur Kelembagaan BNI Eko Setyo Nugroho mengatakan, dukungan itu bertujuan menghadirkan layanan keuangan inklusif sekaligus mendorong tata kelola pendidikan yang akuntabel.
“Melalui dukungan ini, BNI ingin memastikan pengelolaan administrasi pendidikan di Sekolah Rakyat berjalan modern, transparan, dan efisien,” kata Eko dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (12/1).
BNI berkontribusi pada penguatan operasional Sekolah Rakyat melalui penyediaan Agen46 Mini Bank, Bank Sampah, pembukaan rekening siswa, serta Kartu Siswa berbasis reader untuk absensi elektronik.
BNI juga menyiapkan sistem pengelolaan penyaluran dana dari Kementerian Sosial ke sekolah, payroll guru, transaksi mitra (catering dan laundry), serta dashboard monitoring keuangan sekolah yang seluruhnya cashless melalui QRIS dan BNIdirect.
Contoh implementasi dukungan layanan keuangan itu terlihat pada Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan yang baru diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Sekolah Rakyat tersebut dilengkapi sarana pembelajaran dan penunjang, seperti gedung pendidikan, aula serbaguna, GOR, musala, amphitheater, hingga ruang makan, guna mendukung proses belajar yang berkelanjutan.
Akses Pendidikan
Dengan sinergi lintas kementerian dan BUMN, keterlibatan BNI dalam Program Sekolah Rakyat diharapkan mempercepat pemerataan akses Pendidikan, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia.
“Ke depan, dukungan berkelanjutan dari sektor perbankan menjadi kunci agar program ini memberikan dampak nyata dan inklusif bagi generasi penerus bangsa,” kata Eko.
Sementara itu, dalam peresmian operasional 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia, bertempat di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, Presiden Prabowo menyampaikan cita-cita menghadirkan 500 Sekolah Rakyat hingga tahun 2029 untuk memutus mata rantai kemiskinan ekstrem melalui pembangunan sektor pendidikan.
Presiden mengungkapkan, ke depan, setiap Sekolah Rakyat ditargetkan mampu menampung hingga 1.000 murid. Dengan demikian, apabila target 500 sekolah tercapai maka total peserta didik yang terlayani dapat mencapai 500 ribu murid secara nasional
Tinggalkan Komentar
Komentar