periskop.id - Telah terjadi sebuah insiden kebakaran yang berlokasi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi. Insiden tersebut terjadi pada Rabu malam (1/4/2026) pukul 21.00 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan pada fasilitas SPBE dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa sebanyak 12 orang.

Penyebab sementara dari kebakaran tersebut karena adanya kebocoran gas yang menyambar hubungan pendek arus listrik. Hal tersebut berdasarkan keterangan dari warga setempat yang mencium bau gas sebelum terjadinya kebakaran.

Kejadian itu membuat warga setempat merasa panik. Suasana terlihat sangat mencekam dengan kobaran api yang sangat besar dan kepulan asap tebal yang menyelimuti langit. Rambatan api juga melahap bangunan yang ada di sekitar gudang elpiji.

Kronologi Kebakaran Cimuning

Penyebab pasti terjadinya kebakaran di SPBE Cimuning belum diketahui. Namun, berdasarkan hasil identifikasi sementara oleh tim BPBD Kota Bekasi, dugaan sumber api berasal dari gudang penyimpanan gas elpiji.

"Berdasarkan hasil identifikasi awal di lapangan, sumber api diduga berasal dari bagian gudang penyimpanan gas elpiji," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Idham Kholid.

Berdasarkan keterangan warga setempat, sempat mencium adanya bau gas sebelum terjadinya ledakan pada pukul 20.49 WIB. Setelah itu, terjadi ledakan yang menyebabkan munculnya kobaran api. Kobaran api tersebut langsung menyambar ke semua area karena uap gas yang bocor sudah menyebar.

Ledakan keras yang berasal dari SPBE Cimuning membuat warga sekitar panik dan berbondong-bondong keluar dari rumah untuk menjauh dari area yang berbahaya. Masyarakat sempat melakukan upaya pemadaman secara mandiri, namun tidak membuahkan hasil karena kobaran api yang cukup besar.

Mengetahui hal itu, petugas pemadam kebakaran dari Kota dan Kabupaten Bekasi melakukan upaya pemadaman. Upaya tersebut berlangsung hingga Kamis dini hari. Pihak PLN juga melakukan pemutusan aliran listrik agar tidak terjadi korsleting dan ledakan susulan.

Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Heriyanto, mengatakan untuk menangani insiden tersebut, pihaknya menurunkan sebanyak 12 unit pemadam. Proses penanganan juga dibantu oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi, BPBD, PMI, PLN, TNI-Polri, dan relawan.

Korban Kebakaran Cimuning

Menurut Idham Kholid, akibat insiden tersebut, terdapat 12 korban jiwa yang terdampak. Korban tersebut merupakan pegawai dari SPBE dan warga yang ada di sekitar lokasi kejadian. Korban dilakukan evakuasi langsung dengan dirujuk ke RS Kartika Husada, RSUD Kabupaten Bekasi, RSUD Cam Kota Bekasi, dan RS Citra Arafiq.

“Korban dirujuk ke RS Kartika Husada, RSUD Kabupaten Bekasi, RSUD Cam Kota Bekasi, dan RS Citra Arafiq,” kata Idham.

Kepemilikan SPBE Cimuning

Menurut Heriyanto, SPBE Cimuning tercatat sebagai milik PT Indogas Andalan Kita. Pemerintah Kota Bekasi berencana akan melakukan pemanggilan terhadap pemilik SPBE Cimuning.

Pemanggilan tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dari insiden kebakaran SPBE Cimuning. Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe.

"Nah, ini kita masih sedang coba panggil pemiliknya, untuk kita coba klarifikasi. Karena memang yang ada hanya karyawan saja," ujar Harris di lokasi, Kamis.