banner-sheroes-yoga
Ekonomi

WFH Jadi Bonus Penghematan, Purbaya: Defisit APBN Tetap Terkunci di 2,9%

Pemerintah pastikan defisit APBN tetap di bawah 3% meski harga energi naik dan BBM tidak disesuaikan.

WFH Jadi Bonus Penghematan, Purbaya: Defisit APBN Tetap Terkunci di 2,9%
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Financial Forum 2025. Foto: Periskop.id/Pipit Ramadhani
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terjaga di bawah 3% meskipun harga energi global terus bergejolak, serta kebijakan pemerintah yang tidak merubah harga Bahan Bakar Minyak (BBM). 

‎Purbaya menjelaskan bahwa pihaknya telah memperhitungkan berbagai skenario kenaikan harga minyak dunia. Ia menyebutkan bahwa setiap kenaikan harga minyak sebesar US$1 per barel berpotensi menambah defisit sekitar Rp6 triliun. 

‎Namun demikian, dengan asumsi harga minyak rata-rata mencapai US$100 per barel, pemerintah tetap mampu menjaga defisit di kisaran 2,9%.

‎"Tapi ini udah kita hitung semua kan, nanti dengan, even dengan rata-rata usd100 pun, kita sudah kunci debitnya di bawah 3%, sekitar 2,9% jadi nggak masalah," ujar Purbaya kepada media, Rabu (1/4). 

‎Di sisi lain, terkait kebijakan Work From Home (WFH) yang disebut dapat menghemat anggaran hingga Rp6,5 triliun dari sisi kompensasi energi, Purbaya mengakui bahwa perhitungan rinci dampak penghematannya tidak sederhana. 

‎Meski demikian, ia menegaskan bahwa tanpa adanya kebijakan tersebut pun, kondisi fiskal Indonesia tetap terkendali.

‎"Kalau itu kan nanti WFH kan hitungannya agak susah ya, berapa persisnya. Tapi yang jelas dengan keadaan tanpa WFH pun, kita udah ditekan di 2,9 persen, jadi kalau yang lain adalah bonus buat kita kalau ada penghematan lebih lanjut.

‎Jadi makin ke bawah lagi," terang Purbaya. 

‎Menurutnya, potensi penghematan dari kebijakan seperti WFH justru menjadi tambahan positif bagi APBN. 

‎"Jadi kalau kita lihat tanpa kepercayaan itu pun, kita sudah bisa kendalikan di bawah 3% dengan baik," tutupnya. 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai wfh, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, dan APBN dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.