periskop.id - Direksi PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Raymond memborong saham perseroan saat harga turun. Merujuk keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (21/5), aksi tersebut dilakukan dalam satu hari transaksi yakni pada 19 Mei 2026.
Total pembelian mencapai 625.000 saham dengan harga pembelian bervariasi di rentang Rp4.300–Rp4.580 per saham. Jika diakumulasi, total nilai transaksi diperkirakan mencapai sekitar Rp2,75 miliar.
Rinciannya, sebanyak 225.000 saham yang dibeli di harga Rp4.300 menghabiskan dana Rp967,5 juta. Kemudian, pembelian 100.000 saham di harga Rp4.380 setara Rp438 juta, sementara 75.000 saham di harga Rp4.400 bernilai Rp330 juta.
Selanjutnya, akumulasi 50.000 saham pada harga Rp4.350 mencapai Rp217,5 juta, dan pembelian dengan jumlah yang sama di harga Rp4.500 senilai Rp225 juta. Untuk 25.000 saham di harga Rp4.520, nilai transaksinya sebesar Rp113 juta. Terakhir, pembelian 100.000 saham di harga Rp4.580 tercatat sebesar Rp458 juta.
Usai transaksi, kepemilikan Raymond meningkat dari 3.300.000 saham menjadi 3.925.000 saham.
Pembelian terbesar terjadi di harga Rp4.300 sebanyak 225.000 saham, disusul akumulasi di harga Rp4.380 dan Rp4.580 masing-masing 100.000 saham. Selain itu, ia juga menyerap saham di level Rp4.400 sebanyak 75.000 saham, Rp4.350 dan Rp4.500 masing-masing 50.000 saham, serta Rp4.520 sebanyak 25.000 saham.
Dalam laporan tersebut, Raymond menyatakan tujuan transaksi adalah pembelian (investasi). Aksi ini juga tidak mengubah status pengendalian, di mana yang bersangkutan bukan merupakan pemegang saham pengendali di TPIA.
Langkah direksi yang menambah kepemilikan di tengah kisaran harga tersebut kerap dipandang sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap prospek jangka panjang perusahaan, terutama ketika dilakukan saat harga saham belum berada di level puncaknya.
Pada perdagangan hari ini, saham TPIA tersungkur do zona merah dengan koreksi 14,66% ke level 2.270. Dalam sepekan, saham TPIA turun 47,21 dan turun 68,14% sejak awal tahun atau secara year to date (YTD).
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar