periskop.id - PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 8 Desember 2025. Momen ini menjadi tonggak sejarah baru bagi perusahaan sekaligus menandai momentum penting bagi industri pengolahan sarang walet di Indonesia.
Saham RLCO ditawarkan seharga Rp168 per lembar dengan nilai nominal Rp50 per saham. Pada perdagangan perdananya, harga saham langsung melonjak menjadi Rp226 per lembar, memperlihatkan antusiasme investor yang luar biasa terhadap perusahaan yang bergerak di sektor premium ini.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa RLCO melepas 625 juta saham atau 20% dari total saham tercatat setelah IPO. Permintaan terhadap saham RLCO mencapai 89.494.029.900 lembar, sehingga terjadi kelebihan pesanan (oversubscription) sebesar 88.869.029.900 lembar, dengan rasio oversubscribe mencapai 143,19 kali.
Raihan tersebut menjadikan IPO RLCO menjadi salah satu yang paling fenomenal sepanjang sejarah bursa. Pada IPO ini, RLCO berhasil menghimpun dana sekitar Rp105 miliar, sehingga kapitalisasi pasarnya langsung mencapai Rp525 miliar. Jumlah pemegang saham RLCO saat pencatatan mencapai 518.156 pihak.
Direktur Utama PT Abadi Lestari Indonesia Tbk Edwin Pranata menegaskan debut perdana yang meledak ini tidak hanya membuat RLCO menjadi sorotan di pasar modal, tetapi juga menunjukkan potensi luar biasa industri pengolahan sarang walet di Indonesia.
"Lonjakan harga saham dan oversubscribe yang fenomenal menjadi bukti nyata bahwa investor percaya pada prospek pertumbuhan sektor ini, sekaligus memperkuat posisi RLCO sebagai salah satu pemain utama yang siap mengkapitalisasi peluang pasar global," tutur Edwin dalam seremoni pencatatan saham perdana di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (8/12).
Edwin menambahkan, pencatatan saham ini bukan sekadar prestasi korporasi semata. Ia menekankan pentingnya IPO sebagai momentum pertumbuhan dan transparansi bagi investor.
"Mulai hari ini, kita tidak lagi berbicara hanya soal prestasi perusahaan, tetapi juga kontribusi nyata bagi masyarakat dan industri,” ujar Edwin.
Kinerja Keuangan
Secara fundamental, RLCO menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam kinerja keuangan.
Hingga Mei 2025, penjualan perseroan tercatat Rp231,3 miliar. Angka itu meningkat tajam dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp156,76 miliar.
Kemudian laba bersih melonjak menjadi Rp12,38 miliar dari sebelumnya yakni Rp1,8 miliar. Aset naik menjadi Rp685,77 miliar, sementara liabilitas justru turun menjadi Rp509,25 miliar.
Ekuitas perusahaan pun meroket hampir tiga kali lipat, menjadi Rp176,51 miliar, menegaskan posisi keuangan RLCO yang semakin solid.
Tinggalkan Komentar
Komentar