periskop.id - Saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) resmi tercatat dan diperdagangakan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Senin 8 Desember 2025. Pada perdagangan perdananya, saham RLCO langsung mentok auto reject atas (ARA).

Saham RLCO naik 34,52% ke posisi 226, sesaat setelah pembukaan. Merujuk data Bursa, frekuensi perdagangan saham RLCO tercatat sebanyak 709 kali. Volume saham yang ditransaksikan yakni 846 lembar senilai Rp 19,12 miliar.

RLCO menjadi perusahaan tercatat ke-25 sepanjang tahun 2025 di BEI. Perseroan menawarkan sebanyak 625.000.000 saham dalam rangka penawaran umum perdana shaam (initial public offering/IPO). Jumlah saham yang dilepas itu setara 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga penawaran sebesar Rp168 per saham.

Melalui IPO ini, perseroan akan meraup dana sebesar Rp105 miliar, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp525 miliar. Pada perhelatan IPO ini, Perseroan menunjuk PT Samuel Sekuritas Indonesia sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek dengan kesanggupan penuh.

Direktur Utama PT Abadi Lestari Indonesia Tbk Edwin Pranata menyampaikan, langkah IPO ini merupakan tonggak penting dalam transformasi Perseroan dari pemain komoditas menjadi pelaku industri bernilai tambah. Pendanaan yang diterima akan digunakan untuk memperkuat rantai pasok dan meningkatkan kapasitas produksi baik di Perseroan maupun entitas anak.

"Kami bangga sebagai perusahaan yang lahir dari Bojonegoro dan kini membawa produk bernilai tambah Indonesia ke berbagai pasar global. Dari perusahaan lokal menjadi perusahaan global, kami akan terus memperluas kehadiran produk kami ke Tiongkok, Hong Kong, Amerika Serikat, dan ke depan ke negara-negara Asia lainnya seperti Vietnam dan Thailand," tutur Edwin dalam agenda pencatatan saham perdana di BEI, Senin (8/12).

Selanjutnya, Edwin menuturkan bahwa Perseroan akan bertransformasi dari perusahaan lokal menjadi pemain global dengan perluasan pasar ke Tiongkok, Hong Kong, dan Amerika Serikat, disusul ekspansi ke Vietnam dan Thailand.

Selain itu, dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi akan dialokasikan sebesar 56,33% untuk modal kerja Perseroan, khususnya pembelian bahan baku sarang burung walet. Sementara 43,67% sisanya akan digunakan sebagai penambahan modal kepada entitas anak, PT Realfood Winta Asia, guna mendukung kebutuhan pembelian bahan baku.

Sepanjang lima bulan pertama tahun 2025, Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid dengan penjualan sebesar Rp231,3 miliar, meningkat 47,56% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba periode berjalan juga meningkat signifikan sejalan dengan peningkatan volume penjualan ekspor dan perluasan kanal distribusi domestik.

"Pencapaian ini mencerminkan fundamental bisnis yang semakin kuat menjelang IPO," sambung Edwin.

Sejak mulai beroperasi pada 2014 di Bojonegoro, Jawa Timur, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (Persero) telah mengantongi berbagai sertifikasi internasional dan izin ekspor strategis, termasuk GACC untuk pasar Tiongkok dan FDA untuk Amerika Serikat.

Dengan tren global menuju gaya hidup sehat dan konsumsi pangan fungsional, Perseroan melihat permintaan sarang burung walet dan produk kesehatan berbasis protein akan terus meningkat sebagai motor pertumbuhan jangka panjang. Keyakinan ini diperkuat oleh akses ekspor ke Tiongkok, Hong Kong, dan Amerika Serikat, serta peluang perluasan pasar ke Asia Tenggara.