periskop.id - PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) menargetkan kontribusi sekitar 10% dari total pendapatan tahun depan yang berasal dari pasar ekspor baru. Langkah ini sejalan dengan upaya perseroan untuk mengurangi ketergantungan pada pasar yang saat ini mendominasi ekspor.
Saat ini, ekspor perusahaan sudah menyumbang lebih dari 80% dari total pendapatan, namun masih terpusat pada dua entitas, yakni Tiongkok dan Hong Kong. Direktur Utama PT Abadi Lestari Indonesia Tbk Edwin Pranata menjelaskan, perusahaan melihat peluang besar untuk memperluas pasar dan menambah diversifikasi negara tujuan.
"Ekspansi pasar baru penting agar perusahaan tidak terlalu bergantung pada satu atau dua negara saja, sekaligus membuka potensi pendapatan tambahan,” ujar Edwin kepada wartawan usai agenda pencatatan saham perdana PT Abadi Lestari Indonesia Tbk di Bursa Efek Indonesia, Senin (8/12).
Perseroan menargetkan negara tujuan baru seperti Taiwan, Vietnam, dan Amerika Serikat sebagai pasar ekspor prioritas. Rencana ekspansi dilakukan secara bertahap, yakni Vietnam akan mulai dikembangkan pada kuartal IV 2025, diikuti Thailand pada kuartal II tahun depan, dan Amerika Serikat pada kuartal IV 2026.
Selain itu, perseroan juga menargetkan beberapa negara Asia Tenggara lain seperti Filipina, serta fokus pada komunitas Asia di Amerika Serikat untuk pasar non-Asia. Sementara untuk target negara lainnya, masih dalam tahap rencana perusahaan.
“Untuk negara lain masih dalam tahap penjajakan, jadi belum bisa disebutkan secara pasti,” lanjut dia.
Untuk mendukung ekspansi internasional ini, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk menggandeng TikTok Shop sebagai mitra strategis. Platform ini akan membantu perusahaan meningkatkan visibilitas produk dan penetrasi pasar baru.
“Kami menjadi salah satu brand pilot yang disupport TikTok Shop untuk membawa produk dari lokal ke global, terutama di Asia Tenggara,” tutur Edwin.
Kerja sama ini, disampaikan Edwin, dapat mempercepat pertumbuhan ekspor dan meningkatkan kontribusi pendapatan dari pasar internasional. Kemudian, dari sisi domestik, perusahaan tetap fokus pada strategi hilirisasi dan diversifikasi produk.
Langkah ini memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah, efisiensi operasional, dan memperkuat posisi di pasar lokal. Strategi tersebut terbukti efektif, tercermin dari lonjakan laba bersih perusahaan yang mencapai lebih dari Rp12 miliar pada kuartal I 2025, naik signifikan dari Rp1,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini tidak hanya berasal dari ekspansi pasar, tetapi juga efisiensi biaya dan optimalisasi produksi.
Tinggalkan Komentar
Komentar