periskop.id - Investor Relations (IR) menjadi garis terdepan sebagai wajah pertama sebuah perusahaan di hadapan investor dan publik. Tanggung jawab mereka bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjaga reputasi perusahaan melalui komunikasi yang tepat dan transparan.
“Ketika harga saham naik, investor sering kali lupa berterima kasih. Namun ketika saham turun? Telepon IR-lah yang paling dulu berdering,” ujar Direktur PT Schroders Investment Management Indonesia Irwanti Muljono, dalam sesi diskusi panel peluncuran AIIR di Bursa Efek Indonesia, dikutip Rabu (10/12).
Irwanti menegaskan, IR menjadi “garda terdepan” dalam menghadapi dinamika pasar. Sebagai fund manager yang sudah lama berkecimpung di pasar modal Indonesia, Irwanti menilai interaksi paling intens yang melakukan interaksi intens bukan perusahaan, melainkan investor terhadap perusahaan melalui IR.
“Akses ke manajemen memang ada, tetapi tidak mungkin setiap detail teknis ditanyakan langsung kepada jajaran direksi. Di sinilah peran IR menjadi sangat vital. Mereka bertindak sebagai pintu komunikasi utama antara perusahaan dan investor,” sambungnya.
Kinerja seorang fund manager pun sangat bergantung pada kualitas informasi yang diberikan IR. Jika informasi yang disampaikan tidak akurat atau menyesatkan, konsekuensinya bisa serius bagi reputasi perusahaan maupun keputusan investasi.
Irwanti menyebutkan, setidaknya ada dua kunci utama yang menentukan kesuksesan seorang IR. Pertama, transparansi dan akurasi informasi. Seorang IR harus mampu menyampaikan informasi dengan jelas dan tepat. Perbedaan antara mengatakan “tidak” dan “no comment” sangat signifikan.
Di era informasi yang menyebar dengan cepat melalui WhatsApp, Telegram, dan berbagai platform digital, kesalahan komunikasi dapat dengan mudah menjadi viral dan merusak reputasi perusahaan. Dalam situasi tertentu, menjawab “no comment” bisa jauh lebih aman daripada memberikan pernyataan yang akhirnya terbukti keliru.
Kedua, penguasaan data keuangan. Setelah laporan keuangan dirilis, IR harus memahami secara mendalam alasan di balik setiap pergerakan angka. Investor membutuhkan penjelasan yang siap dan terstruktur, bukan jawaban seperti “nanti dicek dulu”. Hal ini menjadi semakin penting ketika kinerja perusahaan menurun.
Keberadaan IR yang responsif, menguasai data, dan mampu mengelola narasi dengan baik memungkinkan investor untuk menganalisis perusahaan secara objektif. IR bukan sekadar penyampai informasi; mereka adalah penjaga kepercayaan. Dengan komunikasi yang tepat, investor merasa dihargai dan lebih percaya pada kualitas manajemen perusahaan.
Kabar baiknya, sebagian besar IR di Indonesia kini semakin profesional. Mereka terus meningkatkan standar komunikasi dan transparansi, sehingga kepercayaan investor dapat dijaga dan hubungan antara perusahaan dengan pasar modal semakin sehat.
“Jelas bahwa peran IR sangat strategis dan tidak bisa diremehkan. Mereka adalah jembatan utama antara perusahaan dan dunia investasi, serta garda terdepan dalam membangun citra dan kepercayaan pasar,” tegasnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar