periskop.id - Inisiatif penguatan hubungan antara perusahaan publik dan komunitas investor kembali menjadi sorotan penting dalam ekosistem pasar modal Indonesia. Dinamika dunia investor dengan beragam karakter, pendekatan, dan kebutuhannya memang menuntut strategi komunikasi yang matang dari para pelaku hubungan investor.
Direktur Eksekutif Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) sekaligus Dewan Penasihat Association of Indonesian Investor Relations (AIIR), Gilman Pradana Nugraha, mengatakan beragam tantangan akan muncul, mulai dari tuntutan transparansi, perubahan regulasi, hingga ekspektasi pasar yang terus bergerak.
“Karena itulah asosiasi semacam ini menjadi ruang strategis untuk bertukar pengalaman, mencari solusi, sekaligus memperkuat kolaborasi. Sering kali persoalan yang dianggap rumit ternyata sudah pernah dihadapi dan diselesaikan oleh rekan lainnya. Nilai tambah inilah yang membuatnya sangat konstruktif,” ujar Gilman dalam sambutannya pada agenda launching AIIR di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Rabu (10/12).
Sebagai bagian dari keluarga besar industri pasar modal, Gilman meyakini setiap langkah yang diarahkan untuk meningkatkan mutu komunikasi dan transparansi antara perusahaan dan investor merupakan langkah krusial yang layak didukung. Sejak berdiri pada 1988, AEI telah menempuh perjalanan panjang dalam membangun jejaring emiten, memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan, dan menjadi jembatan yang menghubungkan dunia usaha dengan regulator serta investor.
"Pengalaman praktis selama puluhan tahun membuktikan bahwa kualitas komunikasi dan kepercayaan menjadi fondasi utama untuk memperkuat pasar modal,” tambahnya.
Gilman menilai sulit membayangkan pasar modal Indonesia tumbuh sehat dan berkelanjutan tanpa komunikasi yang baik. Kini, dengan hadirnya AIIR, ruang kolaborasi semakin terbuka luas.
Kehadiran AIIR dianggap sebagai mitra yang tidak hanya melengkapi, tetapi juga memperkuat upaya bersama dalam membangun ekosistem pasar modal yang kredibel, inklusif, dan kompetitif.
Di tengah lanskap industri yang kian dinamis mulai dari perubahan regulasi, penyesuaian standar global, hingga perkembangan IHSG yang terus berevolusi, peran Investor Relations (IR) menjadi semakin sentral. IR tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi atau perpanjangan tangan emiten kepada pasar, tetapi juga berperan besar dalam menjaga reputasi perusahaan, mengelola persepsi dan ekspektasi publik, serta menjadi penggerak kepercayaan pasar.
“Ke depan, kami berkomitmen membuka ruang kerja sama lebih luas melalui edukasi, dialog rutin, forum diskusi, hingga partisipasi dalam penyusunan kebijakan dan kerja sama strategis. Tujuannya satu, memastikan seluruh pemangku kepentingan tumbuh bersama dan memberikan kontribusi terbaik bagi perekonomian nasional melalui penguatan pasar modal,” tutup Gilman.
Tinggalkan Komentar
Komentar