periskop.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pembukaan suspensi beberapa saham pada hari ini, Senin 29 Desember 2025. Saham-saham tersebut antara lain PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (SSTM), PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS), dan PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK).

Sebelumnya, perdagangan saham-saham tersebut dihentikan sementara (suspensi) oleh Bursa lantaran menunjukkan perubahan harga yang signifikan.

“Suspensi atas perdagangan saham SSTM, SOTS, dan FOLK di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 29 Desember 2025,” mengutip keterbukaan informasi Bursa, Senin (29/12).

Sebagai informasi, Bursa melakukan suspensi pada saham SSTM sejak 17 Desember 2025. Kemudian saham SOTS disuspensi sejak 11 Desember 2025. Sementara saham FOLK disuspensi sejak 12 Desember 2025.

Penghentian sementara saham-saham tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai. Tujuannya, yakni untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar dalam mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya pada saham-saham tersebut.

Sebelum suspensi, Bursa telah mengumumkan adanya kenaikan harga saham SSTM di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA) pada 22 Oktober 2025. Untuk sebab yang sama, Bursa mengumumkan UMA saham SOTS pada 15 September 2025 dan UMA saham FOLK pada 23 September 2025.

Sehubungan dengan terjadinya UMA pada saham-saham tersebut, Bursa mengimbau kepada para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa. Selain itu, investor juga diminta mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya.

Investor juga diimbau untuk mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.