periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dipicu reaksi berlebihan pasar terhadap laporan awal Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menilai pasar saham Indonesia kurang transparan. Asal tahu saja, IHSG hari ini sempat turun 8% ke level 8.261,79. 

“Saya pikir reaksi yang berlebihan, karena kan ini baru laporan pertama kan masih ada waktu eksekusi sampai bulan Mei,” ujar Purbaya kepada wartawan, Rabu (28/1).

Ia mengatakan telah berkomunikasi dengan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait tindak lanjut atas catatan MSCI tersebut. Menurutnya, seluruh poin yang diminta akan dipenuhi sebelum batas waktu yang ditentukan.

“Saya udah bicara dengan ketua OJK, dia bilang semuanya akan diberikan sebelum Mei. Jadi ini hanya shock sesaat,” katanya.

Purbaya optimistis saham-saham Indonesia tetap berpeluang kembali masuk ke dalam indeks MSCI serta dapat diinvestasikan oleh investor global. Ia menilai tekanan yang terjadi tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi nasional.

“Kalau untuk saya, yang penting kita perbaiki ekonominya. Karena ekonominya betul-betul membaik, saya nggak main-main,” ujarnya.

Ia juga menyoroti isu transparansi dan free float saham yang dinilai membuat harga saham mudah dipermainkan. Menurut Purbaya, praktik tersebut menjadi salah satu faktor yang menekan pergerakan IHSG.

“Kita tidak dianggap transparan, (free) float-nya nggak cukup besar sehingga bisa dipermainkan harganya. Banyak penggoreng-penggoreng di pasar saham yang bebas berkeliaran,” ucapnya.

Meski demikian, Purbaya menegaskan dirinya tidak terlalu mempersoalkan pergerakan indeks jangka pendek. Ia menilai selama fondasi ekonomi diperbaiki secara serius, pasar saham akan pulih dengan sendirinya.

“Saya sebetulnya nggak peduli indeks. Kalau ini bagus, sana otomatis naik,” kata Purbaya.

Ia menambahkan tekanan di pasar saham saat ini bersifat sementara dan berharap pelaku pasar dapat melihat kondisi ekonomi secara lebih fundamental.

“Ini namanya shock. Besok kan flat, besoknya lagi. Minggu depan, lah. Lihat minggu depan,” tutupnya.